Monday, October 12, 2009

Meyakini Jalan Kehidupan


Beberapa hari terakhir ini, aku berulangkali diberitahu adanya kecurangan di beberapa tempat yang tidak kuduga sehingga merugikan pihak-pihak yang tidak diajak berbuat curang.

Awalnya aku menganggap bahwa kecurangan tidaklah mungkin terjadi di tempat-tempat seperti itu. Toh teman-teman yang memberi tahuku itu juga tidak melihat dengan mata kepala sendiri, dan tidak mengalaminya sendiri. Mereka hanya : "katanya...", "biasanya...", "ya jelas lah gak perlu bukti lagi...". Tapi hati nuraniku berkata, aku harus jadi orang yang akademik, yang menentukan iya atau tidak karena bukti yang nyata (kata dosenku, bukan hanya asumsi, tp lengkap ditulis footnote nya, hehe).

Jadi, singkat cerita, aku tidak percaya semua itu di atas. Aku hanya mau meyakini bahwa setiap manusia pada dasarnya akan menjalani kehidupan berdasarkan apa yang dikatakan hati nurani. Dan pada akhirnya, kejujuran lah yang mampu memberi ketenangan yang kekal.

Haha, aku terlalu idealis ya?
Maafkan aku.

Tapi aku yakin, aku nggak sendirian. Aku percaya masih banyak orang di negeri ini yang memiliki harapan akan kejujuran sebagai dasar dalam segala kehidupan.

Dan aku akan bersama-sama mereka. Yang percaya bahwa episentrum kehidupan adalah konsistensi. Yakni, mereka yang secara konsisten meyakini bahwa kehidupan adalah pengabdian yang terus menerus. Oleh karenanya, kita harus memberikan yang terbaik, tanpa noda kecurangan sedikit pun. Ingatkah kau akan pepatah bahwa siapa yang menanam, dia akan mengetam?

2 comments:

Anonymous said...

dunia yg akan km masuki adalah dunia birokrasi teman. birokrasi itu penuh dengan politik. jika km ingin idealis, masuklah ke dunia science dmana semua berjalan sesuai dengan logika.
ikuti sistem yang ada, masuklah kedalam sistem. rubahlah sistem dari dalam...

WIWIEN said...

makasih tanggapannya....:)

Post a Comment

 
Copyright 2010 Wien Wien Solution. Powered by Blogger
Blogger Templates created by DeluxeTemplates.net
Wordpress by Wpthemescreator
Blogger Showcase