Monday, March 18, 2013

Investasi Akhirat

Siang ini ada ceramah 7 menit selepas sholat dhuhur di musholla kantor. Pembahasannya tentang "anak sebagai investasi akhirat". Dikisahkan bahwa si Bapak penceramah ini, Dr.Agus, memiliki seorang teman yang suka sekali menikmati waktu makan siang dengan jajan makanan yang enak di sekitar lokasi kantor. Terus saja itu dilakukan, sampai anaknya memulai hidup di pesantren. Sesaat setelah itu, ketika diajak makan, jawaban temannya itu adalah : "wah saya tidak bisa lagi enak makan-makan begitu kalau ingat anak saya di pesantren makan apa".

Begitulah perumpamaan kehidupann di surga, jika tanpa disertai sanak keluarga. Segalanya indah, tapi ada yang kurang.

Beberapa hal yang bisa kita upayakan untuk menjadikan anak sebagai investasi yang bernilai di akhirat adalah:
1. Jagalah setiap harta yang kita belanjakan, khususnya yang ditujukan ke anak kita (maksudnya pastikan bersih dan halal).Ada cerita tentang seorang suami yang istrinya sedang sakit dan harus menggendong2 anaknya yg menangis karena  minta ASI. ada tetangga yang mencoba menawarkan asi nya, tp ditolak dengan halus. ternyata karena alasan dia tidak tau apa dan dari mana tetangga itu mendapatkan makanannya (yg berpengaruh kepada asi). kelak, bayi itu menjadi satu-satunya (?) orang yang menjadi imam di masijidil Aqsa dan Masjid Nabawi, namanya...lupa :p

2. Menjaga ucapan kita sebagai orangtua. Ada cerita tentang seorang ibu yang tengah selesai masak karena akan menyambut tamu-tamu di rumahnya. tiba-tiba anaknya yg maih kecil masuk rumah dari bermain di luar, dan menaburkan tanah ke atas masakan-masakannya. Ibu itu sangat kesal, tapi yang keluar dari mulutnya adalah "keluar sana dan jadilah imam masijidil harom!". Dan jadilah dia.

3. Sebaik2 pengajaran adalah teladan. Maka bersikaplah yang layak dicontoh oleh anak, setiap saat, sepanjang waktu (ini ada contoh ceritanya juga tapi lupa :p)

Sepulang dari musholla itu siang ini..ada satu hal yang menari-nari dengan gelisah di pikiran saya:  Jika saya saja masih bertanya-tanya apa iya saya pantas masuk surga, bagaimana saya bisa membawa anak saya?
Indahnya kehijauan kebun teh di Bandung, apalagi indahnya surga, apalagi bisa bawa anaknya .

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright 2010 Wien Wien Solution. Powered by Blogger
Blogger Templates created by DeluxeTemplates.net
Wordpress by Wpthemescreator
Blogger Showcase