Thursday, August 12, 2010

Ulang Tahun ke-25


"Dalam doaku subuh ini,
kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata,
yang meluas bening siap menerima cahaya pertama

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa,
yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin

Dalam doaku sore ini,
kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu

Maghrib ini dalam doaku,
kau menjelma angin,
yang turun sangat perlahan dari nun di sana,
bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi

Dalam doa malamku,
kau menjelma denyut jantungku, yang setia mengusut rahasia demi rahasia,
yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku

Aku mencintaimu,
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu”


(Sapardi Djoko Darmono, Dalam Doaku--dengan beberapa pemotongan, versi lengkapnya di sini)

dan beberapa sesaat setelah dua puluh lima doa yang telah kutuliskan, aku mendapati foto ini baru saja di-upload, dengan judul :

"My best birthday present"


Ok, selamat ulang tahun ke-25!
btw teman-teman, tau kan aku nggak sedang membicarakan ultahku? (I'm still not that old :D)

Thursday, July 22, 2010

Escape from Jakarta: Aceh and Semarang

Aceh

Alhamdulillah, akhirnya hari itu datang juga. Tapi mungkin, inilah saatnya aku memberitahu alasan sebenarnya kenapa pengin ke Aceh sejak beberapa tahun lalu.
Aku ingat banget, waktu itu tahun 2006, tahun yang istimewa buatku karena banyak hal atau pengalaman pertama yang kualami. Termasuk dipertemukan dengan Ibunya temanku yang akhirnya memberi banyak inspirasi dalam hidupku. Jadi beliau adalah seorang dosen, dan singkat cerita membuatku *berani lagi* untuk bermimpi jadi dosen. Sejak kecil dulu aku pengin jadi dosen, tapi pas pertama kali masuk kuliah ternyata temen2nya pinter-pinteeeer bangeet, masya Allah...jadi langsung keder dan bercita-cita entah-jadi-apalah-entar. *parah deh*
Nah, bertemu dengan si ibu ini, membuatku kembali sangat menginginkan jadi dosen, dan melihat cara dia yakin padaku, membuatku berfikir bahwa mungkin aku (masih) bisa, si ibu aja percaya aku bisa, masa' akunya nggak. Nah intinya lagi, sejak saat itu aku mati-matian lagi belajar, semangat ngerjain tugas, rajin baca koran halaman internasional, dan seterusnya...

Ga berhenti di situ saja, saat itu, si ibu ini juga melakukan konseling psikologis di Aceh untuk korban Tsunami (well, bisa ketebak kan dia dosen apa). Dia beberapa kali bercerita tentang situasi di aceh saat itu (masih di tahun 2006), juga sesekali membawakanku jilbab melayu, dan tas khas aceh. Hal itu membuatku merasa sangat dekat dengan Aceh, dekat sekali. dan semua yang beliau lakukan di Aceh menginspirasiku untuk bekerja bagi kemanusiaan. Bener-bener deh saat itu aku baru terbuka bahwa ada orang2 yang mengorbankan dirinya untuk bekerja bagi orang lain, untuk sepenuhnya mendedikasikan kehidupannya untuk orang lain. Saat itu aku baru tersadar bahwa ada pilihan-pilihan bagi kita, yang hidup sehat dan cukup dan dalam situasi normal, untuk menjadi relawan. Hal itulah yang kemudian mendorongku untuk berani bergabung dalam tim relawan untuk anak2 di Klaten saat terjadi gempa jogja tahun 2006.

Hingga tahun 2007, karena satu dan lain hal, kami sudah tidak bisa bertemu lagi. Tapi aku ingin menyimpan semua itu sebagai kenangan yang baik, yang setidaknya telah ada dua hal besar yang menginspirasiku. Dan saking besarnya keinginan untuk mengenang kebaikan beliau, aku jadi ingin meniru segala kebaikan yang beliau lakukan. Untuk jadi dosen, waktu itu belum saatnya kan masih awal-awal kuliah, maka jadilah aku kepikiran terus sama Aceh...Aceh..dan Aceh...

Ah dan sekarang akhirnya sudah ke Aceh. Banyak hal udah berubah, termasuk aku udah nggak bisa lagi bertukar cerita dengan si ibu tentang Aceh (dimana itu adalah hal pertama yg ingin kulakukan kalau bisa ke Aceh saat itu). Juga, udah nggak relevan lagi tentu saja menjadi relawan kemanusiaan di Aceh.

Ah ya sudah, malah jadi melow..terlepas dari semua itu, dalam perjalananku ke Aceh kemarin, membuatku tersadar betapa besarnya peran sesorang ketika dia mampu jadi inspirasi.
Oh ya, ini beberapa foto dari Aceh, cuma 2 hari dan keliling-keliling ke banyak kelurahan untuk memastikan ini itu, but here I show the fun parts ;-)

Masjid Baiturrahman menjelang Maghrib yang baru datang pukul 7 malam :)

Pelataran masjid yang selalu ramai untuk bercengkerama tiap sore
*alamak bahasaku

di dalam masjid : putih cantik :)

Rumah bantuan tsunami
satu kampung bentuknya bisa sama semua, tapi beda kampung bisa sangat beda, tergantung negara donornya mana...

saat tsunami, kapal ini terbawa arus hingga ke daratan

still...aceh is Indonesia, see... the flag is everywhere, hehe
keep being united yaaa *dasar lulusan fisipol

Semarang

Nah, believe me or not, dari semua kota yang pernah kuceritakan di blog ini, aku memasukkan Semarang sebagai kota yang paling cantik!!

Semarang is super pretty, didukung oleh topografi daerahnya yang berbukit2, menjadikan semarang sangat indah karena menawarkan banyak view bagus dari atas bukit. Misalnya, jika kita pergi ke kampus terpadu UNNES, dalam perjalanan kita akan melihat kota Semarang dari atas! dan bisa dibayangkan kalau kita melihatnya di malam hari? Full of lights!

Belum lagi Semarang juga punya daerah pantai yang landai. Saat itu kami sempat makan di Kampung Ikan, sebuah restoran yang sangaaaaat cantik, di pinggir pantai, restoran modern yang sangat bersih, dengan lampu temaram, saung-saung dari kayu, semilir angin, live music, ahh...perfect! *oh ya, buat yg gak begitu peduli dengan suasana restoran, cita rasa makanan di restoran ini juga superrr enakk..---ah jadi inget cumi krispy nya...
Dan satu hal sangat menarik lagi, Semarang merupakan kota kolonial juga di zaman Belanda dulu. Maka bangunan-bangunan tua *yang bagiku terlihat sangat eksotis* masih mudah ditemui di beberapa sudut kota. Saat itu sempat main ke Lawang Sewu (ikut tour yang malam hari!), dan membuatku selalu amaze dengan bangunan-bangunan tua: megah dan cerdas!

Overal, aku merasa hommy dengan Semarang. Mungkin karena separuh semarang adalah mirip Jogja (bangunan tua nya, tata kota Belandanya), dan separuhnya lagi sudah punya fasilitas kayak kota besar misalnya Jakarta (taksi blue bird, express, busway, jalan raya nya besar-besar).

Sayangnya, aku lupa buat bawa kamera ke Semarang, hahaha...
Jadi, ini dia gedung Lawang Sewu Semarang tempo dulu, didapat dari om Google:

Wednesday, July 7, 2010

Resep Ibu dan Teman2: Fish n Friends

Hari ini aku mengkategorikan tulisanku di blog ke dalam beberapa label *baru tau caranya*, misalnya nih ada label jalan-jalan di jakarta, family, escape from jakarta (cerita tentang jalan2 ke daerah), dan beberapa label lainnya. Juga, dengan malu-malu kubuat juga label dengan judul "si mas". Hihiii...semoga ntar makin banyak tulisan bagus di label itu yah..*pipi jadi merah*

Trus yang bikin aku tertohok adalah...hanya ada satu tulisan di bawah label "belajar masak". Yaah, ketahuan banget kan kl aku belajarnya lamaaa...udah beberapa bulan baru di-update lagi sekarang. Baiklah, ini dia hasil-hasil dari merayu wajan dan panci untuk berteman dengan saya...

Berawal dari tulisan masakan sebelumnya yang bertema sayuran, kali ini aku bertekad untuk memasak "benda-benda" lainnya, misalnya ikan, daging, trus sempet juga itu mbayangin masak ayam dari awal, mulai beli ayam yg masih hidup, trus disembelih, dibersihin bulunya..daaaan *malah gak jadi masak*. alhasil, niat itu kubatalkan.

1. Ikan-Goreng-Cabe
Pilihan pertama ku pun jatuh pada ikan dimasak disarden, selain karena rasanya unik campuran asem pedes, juga karena ibuku paling sering masak ikan dg cara begini (baca: ibuku doang yg masak, aku ga pernah :D). dan tentu saja, ini cara yg pualing gampaaaang *teteeuup*.

"Niatnya mau bikin ikan sarden, tapi ternyata ga punya saos tomat :D"
Cara membuat:
tumis bawang putih, cabe merah, tomat,trus ikan (lebih baik sebelumnya digoreng dulu bentar), trus garam n gula pasir dikit, trus saos tomat.
Nah, pas udah masak aku baru nyadar kl ga punya saus tomat, haha.... Tapi udah enak kok kayak sarden beneran, bentuknya aja yang cuma kayak ikan-goreng- cabe *maluuuuu

2. Spaghetti Bolognaise
Berawal dari melihat blognya shinta, temenku SMA yang baru saja menikah bulan lalu (semoga pernihakannya berkah, amiiin), aku jadi pengin ikutan bikin spaghetti karena *lagi-lagi* caranya kelihatan gampaaang, tinggal masuk2in aja..hehe ketahuan kan niatnya. Cuma karena kelihatannya waktu itu shinta bikin spaghetti carbonara yg pake susu n krim sgala, jadi kutanya lah temenku kantor Indah buat bikin yg spaghetti bolognaise, yang tentu saja bahannya lebih simpel. hehe.

"Ga punya parutan keju" :D
Cara membuat:
tumis bawang putih, bawang bombai, tomat, daging, jamur, saus tomat, sedikit saus cabe, sedikit saus bolognaise La Fonte (utk penguat rasa aja).
Tadinya mau dikasih paprika, tp pas lihat harganya di Giant, 1 buah paprika=40 ribu *mengelus dada*. Trus udah deh dikasih keju atasnya.
Kalo kata si mas, keju nya juga enak kl skalian ikut dimasukin adonan saus. Oh ya, jangan lupa tadi masaknya sambil merebus pasta spaghetti :p

3. Rolade Daging Asam Manis
Nah, kali ini nyontek resep dari blognya mbak wiwit, si ibu yang cantik teman kantor dulu pas aku masih kerja*magang* di UGM. Lagi2, tertarik mencoba ini karena mbak wiwit nulis kalo cara bikinnya gampang banget, hehe teteuup. apalagi krn rolade itu sendiri aja udah enak, jadi setidaknya gak begitu was2 kalaupun aku gagal membumbuinya :D

"Rolade Belanda" (karena-entah kenapa-jadi berwarna oranyee banget, haha)
Cara membuat:
Tumis bawang putih, bawang bombay, tomat, masukkan rolade yg udah digoreng bentar, trus tuang saos tomat, kasih garam gula seperlunya.
Jadi deh!--emang gampang beneran mbak! :D

4. Oseng-Oseng Terong
Naah...ini adalah masakan favorit keluargaku di rumah, dari bapak ibuk sampai adik2ku suka semua. Entah karena terong itu enak, atau karena ibuku pinter masaknya. Dan *setelah telpon ibu* inilah oseng2 terong itu

"Terong ditambah teri oleh-oleh dari si mas"
Cara membuat:
standar masuk2in aja bawang merah, bawang outih, tomat, cabe, terong yg udah digoreng bentar, trus teri. Sudaaah...
Rasanya? untungnya setiap kali makan, aku pas lapar..jadi yaa pasti dimakan lah :D

Nah...sudah, demikianlah penyajian ikan dan teman2nya...semua itu bisa dipadukan dengan tumis kangkung dan tempe mendoan *lokal banget rek istilahku

"Tumis Kangkung"
(aku inget waktu itu rasanya keasinen :D)

"Tempe Mendoan"
(lagi-lagi, yang ini juga keasinen :D)

Okee...sudah dulu ya edisi kedua kali ini. Kalau ada yang punya resep bagus (dan tentu saja gampang!!), bagi2 yaaa....bisa kirim ke emailku di wiwin_only@yahoo.com *serius banget aku mintanya ya, haha.

Alhamdulillah, semoga nantinya bisa "buka warung makan dari dapur sendiri". Amiiiin.

Monday, June 21, 2010

Ten Tiny Little Things I Just Knew (part #1)

  1. born to make people laugh (with smart jokes!)
  2. belajar renang sejak SD (hebat kayak bule nih :D)
  3. slim fit user
  4. ga minat ma lodeh jogja karena berasa maniis (hihi baru sadar saya)
  5. kalau makan dikunyah lama, mungkin 33 kali (harus kucontoh)
  6. navigator jalan yang handal, dengan modal ingatan yang tajam dan (sedikit) bumbu sotoy
  7. tau lagu "duh denok gandulane ati.." (*doh jangan2 tiap hari nyanyi ini :D)
  8. bisa mbenerin meja yang rusak
  9. daya ingat tajam, meski kelihatannya gak ndengerin :p
  10. bisa masak juga ternyata... (woow!!)
Can't stop smiling whenever I see this picture :) :)

Thursday, June 17, 2010

Ya Allah,Yang Maha Pembolak-Balik Hati...

...tolong pegangi hati hamba ini.

Wednesday, June 9, 2010

SMS dari Adikku Agung

From: Agung, dek
Mbak bukune mbak wiwin sing nang rak judule "BARENSTARK! Englisch Worterbuch fur kinder" kae ta silih ya? Karo CD-ROM sekalian ta buka ya mbak?

karena aku sedang tengah2 mengerjakan sesuatu di kantor, jadi kujawab aja singkat:
Oke, siip. Pake aja dek agung. Emang bwt apa?

dan dia langsung balas:
From: Agung, dek
Aku gek akeh penasarane tentang kalimat inggris mbak. Nang kamus paradox komputer ra ketemu. Malah di rak bukune mbak wiwin nemokke buku kae mau mbak.


Seneng bgt rasanya mbaca sms itu, sambil mbayangin adikku yang lg sendirian di rumah, ga ada kerjaan krn tinggal nunggu hasil ujian akhir kelas 6, trus dia clingak clinguk di rak buku ku dan memutuskan utk belajar. my smart boy!

Maka dengan cepat dan excited langsung kubalas:
Okee, siip, met belajar dek agung, itu di CD nya juga ada lagu nya yang buat belajar bahasa. Ntar mbak wiwin dikasitau ya udah belajar apa aja.

dia gak membalas lagi....
maka sambil menunggu-nunggu ada sms datang lagi, aku membaca lagi sms dari adikku itu, kucermati dan aku tertohok saat membaca ulang sms dia: Aku gek akeh penasarane tentang kalimat inggris mbak (aku lagi banyak penasaran tentang kalimat bahasa inggris).

Maka cepat-cepat kukirim sms lagi ke dia:
Deeekkkk....itu buku belajar bahasa jerman, bukan inggris!!!!!

Enstchuldigung, dek!
semoga dia belum terlanjur ngeyel sama guru bahasa inggrisnya untuk memperdebatkan bhs inggris buku itu buch atau book.
*doh

Thursday, June 3, 2010

Escape from Jakarta: Medan and Jogja

Medan

Akhirnya, Medan menjadi kota pertama yang kuinjak di Pulau Sumatera. Hal paling istimewa dari Medan buatku adalah karena kota ini merupakan kota terdekat dari Aceh. Hehe, lagi lagi, Aceh is still not my destination YET. Oh tell me quando quando quando... *malah nyanyi*

Nggak banyak yang bisa kukatakan tentang Medan, selain hanya dua hari di sana, juga karena selama dua hari itu aku kebanyakan harus berada di dalam ruangan. But, first impressions were good: jalan rayanya luas dan bersih, nama-nama orangnya sangat khas, bolu merantinya enak, dan jus terong belanda-nya okee laaah :)

Malamnya, aku dan teman2 sempat makan di Merdeka Walk. Itu semacam tempat makan outdoor di yang berjajar memanjang, dengan food stall/gerai makanan di sampingnya. Letaknya di bawah pohon dengan lampu hias warna warni di dahan pohon, kursi2nya bersih dari stainless/kayu. Suasana outdor kayak gini selalu membawa kita ke suasana tempat makan di negara maju di kawasan tropis, atau di negara dengan 4 musim di kala musim panas :)
*doh kejauhan mbayanginnya
Mengenai makanannya, beragam lah. Tapi aku termasuk orang yang memberi nilai lebih pada suasana tempat makan,daripada rasa makanannya itu sendiri. hehe, aneh ya. Dan Merdeka Walk termasuk yang memenuhi kriteria ku itu!

"Merdeka Walk"

"Cara Menemukan Kiblat di Hotel:
1.Telpon Mbak Reseosionis
2. Buka Laci Meja deket jendela
3. Tanda Panah Hijau Kiblat akan muncul di dalam laci" LOL


"at work"

"Medan at night : city of lightening pearls"

Jogja

Nah, perjalanan kali ini berlipat kali lebih istimewa buatku. Selain tertarik dengan acara yg akan kuikuti di Jogja, juga karena Jogja is still my home, my sweet home.
Dan benar kata Katon Bagaskara dalam lagunya tentang Jogjakarta: "masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna......"
Dan, ini yang tertinggal selama hampir seminggu di Jogja (karena ditambah libur long weekend), tentu saja yg pas kerja ga usah lah ya. hehe.

"Pegunungan Menoreh?"

"100% Merbabu dan Merapi"

"Ramayana Ballet di Pelataran Candi Prambanan"

"Adegan Anoman Obong"

"Dibooking adikku utk Sepedaan pagi di sepanjang selokan mataram dan Van der Wijk"


"Dibooking adikku utk nonton nasyid, dia jadi manajernya. Jadi kalau ada yg punya hajatan, nikahan, dll, kasitau ya...I strongly recommend this vocal play. Awesome!"

"Ditutup dengan makan bareng.
Ehehe, ini para kurcaci difotoin oleh ibu apa bapak ye lupa :D"

Dan ketika kembali lagi ke Jakarta, I feel so recharged!
Semoga perjalanan ini membuat ku kaya : kaya hati, kaya pikiran, dan kaya akan perspektif dalam memandang kehidupan.
Dan semoga selalu ingat bahwa kehidupan ini adalah sebuah perjalanan, yang panjang, dan (harus) bertujuan.


Amiin
:)

Bukannya bermaksud mellow....

But somehow this song is so much true :)

Enjoy, it's another Taylor Swift's song, "You Belong With Me"

---------------------------
You're on the phone with your girlfriend, she's upset
She's going off about something that you said
'Cause she doesn't get your humor like I do

I'm in the room, it's a typical Tuesday night
I'm listening to the kind of music she doesn't like
And she'll never know your story like I do

But she wears short skirts, I wear T-shirts
She's Cheer Captain and I'm on the bleachers
Dreaming about the day when you wake up and find
That what you're looking for has been here the whole time

If you could see that I'm the one who understands you
Been here all along, so why can't you see?
You, you belong with me, you belong with me

And you've got a smile that could light up this whole town
I haven't seen it in a while since she brought you down
You say you're fine, I know you better than that

Hey, what ya doing with a girl like that?

Oh, I remember you driving to my house in the middle of the night
I'm the one who makes you laugh when you know you're 'bout to cry
And I know your favorite songs and you tell me 'bout your dreams
Think I know where you belong, think I know it's with me

Can't you see that I'm the one who understands you?
Been here all along, so why can't you see?
You belong with me

-------------------------------------


Well, anyway, this is just my personal opinion
:p

Monday, May 10, 2010

Tinggal Minta

Satu minggu terakhir ini, tema hari-hariku adalah "Tinggal Minta....."

Saat itu pagi-pagi sekali, saat aku bangun pagi, mata masih kriyip-kriyip tapi sambil minum segelas besar air putih di ruang tengah, teman kos ku langsung menyapa dengan wajah sangat berbinar. Dia akhirnya bercerita kalau kemarin baru saja ditawarin kerja di tempat baru setelah beberapa bulan terakhir apply sana sini dan wawancara sana-sini. Uniknya, tempat yg menawarinya itu justru bukan salah satu yang dia apply dulu. Sebenarnya temanku itu pernah bekerja 4 tahun sbg accounting, tp terpaksa dia harus resign krn alasan yg memang menurutku jg harus resign. Nah, tiba-tiba aja, ada orang yang tahu kl temenku lagi nyari2 kerjaan baru, dan orang itu merekomendasikan ke perusahaan ini dan...ditawarin kerja lah temanku itu!

Aih, pas denger itu, rasanya merinding. Aku merasa dengan nyata kalau ada yang mengatur semua itu, temenku itu usaha sana sini, dan baru berhasil sekarang, tapi hasilnya justru dari tempat lain yang tidak pernah diduga. Memoriku langsung flashback, pada cerita bu guru saat SD, tentang Siti Hajar yang lari-lari di bukit gurun pasir selama 7 kali untuk mencari air, tapi justru air keluar dari pijakan kaki Ismail, dengan begitu saja. Dan benar saja, temanku itu menutup cerita dengan : "duh kayaknya yang penting kita usahaaa aja, urusan berhasilnya dari arah mana, itu pasti udah dijanjiin. kita Tinggal Minta...."

Malam harinya, seperti cerita bersambung, seorang sahabatku menelepon, kami bercerita kesana kemari dan saling update kabar karena memang kita terpisah ribuan kilo. Nah, salah satu inti ceritanya adalah dia sedang menunggu jawaban atas aplikasi magangnya di suatu tempat yang sangaaaaaaat ia inginkan dan impi-impikan. Dan sebagai orang yang telah mengenalnya bertahun2, aku paham betul kalau dia menginginkan sesuatu, pasti sudah tak terhitung usaha yang telah dia lakukan..pokoknya luar biasalah dia.. (hehe, ho'o ora to Mbak? kok aku lebay yo :p). Waktu itu dengan penuh kepasrahan, dia minta ke aku buat ikut ndoain semoga dia ketrima. dan teringat cerita teman kosku pagi harinya, maka kubilang lah pada sahabatku itu kalau "Kalau udah usaha ini itu, kita tuh cuma tinggal minta mbak...minta yang sebenar-benarnya, sampai rasanya hati kita yang minta, bukan mulut yg bicara...". Dan benar saja, beberapa jam setelahnya, dia menulis di wall FB ku:
"
aku keterima magangnya Win :) baru dapet email nya beberapa jam setelah nelp kamu.. kekuatan doa emang bener adanya ya win..bener katamu, bener kata ibu ku..cuma tinggal minta...gak sampe sebulan, aku dapet...makasih ud ngingetin ya.." ---> hehe, bisa di cek di FB ku lah siapa ini :D

Huupff... di akhir mingguku ini, akhirnya kututup dengan bertanya pada diriku sendiri, tentang keinginan yang jika boleh ingin sekali kesampaian, ingin sekali terwujudkan. Kayaknya sekarang waktunya menasehati diriku sendiri: ya, aku cuma tinggal minta......

There is always A Shinning Hope.
Kita cuma tinggal minta, bagi orang-orang yang percaya :)

-foto diambil agustus 2008

Wednesday, May 5, 2010

Jakarta for Tourists (Beginner Level) Part #2

Melanjutkan posting sebelumnya dengan judul yang sama, ini dia edisi dua nya sudah muncul. Jalan-jalan pada episode ini akan membawa kita ke beberapa tempat yang penuh pengetahuan di sekeliling Jakarta, mari kita simak..... *dengan gaya Prita Laura Metro TV*

1. Wisata Istana Presiden
Mungkin ga banyak yang udah tahu kalau istana presiden (iya, istana presiden yang buat upacara di tipi-tipi itu), sekarang dibuka untuk umum pada hari Sabtu-Minggu. Di sana kita akan dibawa oleh Tour Guide keliling ruangan di Istana, diberikan penjelasan sejarah dan kegunaan masing-masing, foto bersama oleh petugas foto (ga boleh bawa kamera), dan sebelumnya diajak nonton video tentang Sejarah Istana dan para penghuninya (5 presiden RI sebelumnya). Dari penjelasan videonya, pembukaan Istana presiden untuk umum ini konon dimaksudkan untuk menumbuhkan sense of belonging seluruh rakyat terhadap Istana. Emang bener sih, gedung dan isinya indah...sayang kok peninggalan Belanda ;-)

How to get there?

Karena waktu itu aku sama Ibu yang sudah gampang capek kalau jalan kaki, jadi kita naik Taksi dan turun di Sekretariat Negara (pintu masuk Istana untuk wisata ini ada di kantor Setneg di Komplek Istana). Tapi pulangnya aku sempat lihat halte busway terdekat adalah Harmoni, mungkin sekitar 500 meter jalan kaki, within reach lah yaa... :)

Catatan Penting untuk Wisata Istana Presiden ini:
1. Sistem wisatanya dibagi ke dalam kelompok gitu. sekitar 30an orang sekali dipandu Tour Guide (Tour Guide adalah Polisi--eh atau TNI ya? tp pokoknya bukan petugas guide wisata biasa). Pendaftaran dibuka sejak jam8 dan tutup jam 3 sore, tanya Pak Satpam aja untuk lokasi pendaftarannya.
2. Berpakaian sopan, no T Shirt, Jeans (Jeans alike juga tetep ga boleh).
3. Jangan lupa bawa Kartu Identitas utk ditinggal saat pendaftaran, wisata ini gratis, jadi cuma modal kartu identitas doang. hehe
4. Peminat utama dari wisata ini adalah anak-anak dan ibu-ibu. Jadi biar kita gak salting, kalau mau ke sana, kawula muda seperti kita ini harus mengajak ibu kita atau anak tetangga. Dan benar saja, ketika ikut wisata ini, aku sekelompok sama anak-anak TK dari Bekasi dan para ibu-ibu pengajian dari Bandung. Untung waktu itu alibiku adalah :"Iya..ini mengantar ibu dari Jogja.." hehe, padahal aku yang sebenarnya ngajak-ngajak ibu:)
5. Terakhir, dan yang paling penting, Presiden SBY dan keluarganya tinggal di Istana ini pada Senin-Jumat. Tetapi kalau Sabtu-Minggu, mereka pindah ke Cikeas. Jadi kita gak perlu make up atau latihan salaman buat jaga-jaga kalau-kalau ketemu Presiden pas ikut wisata. Hehe :p

"Ini nih ibu saya...." (antri buat foto beginian aja lama banget, hehe)

2. Museum Nasional/Museum Gajah
Berawal dari temen yang ngasitau kalau di masuk museum ini cuma bayar Rp.750, akhirnya aku ke sana juga dengan penuh semangat! (hehe dasar). Sesampai di sanaaaa.......museumnya gedeeeeee banget, trus baguus...informasi lengkap, barang-barang yang dipajang juga banyak dan (kayaknya sih) orijinal, udah gitu ber-AC lagi! Wah jadi heran kenapa masuk museum ini jadi lebih murah dari harga teh tawar!
Nah pada dasarnya Museum ini bercerita tentang Indonesia : Geografinya, Sukunya, Seni da Budayanya...termasuk sejarah-sejarah di dalamnya. Worth to visit kan? Nah kalau di sini, pengunjung utamanya adalah anak-anak dan buleee!! Berhubung saya bule, jadi sih nyaman-nyaman aja tuh di sana (hayah).

How To Get There?
Pakai Busway Jalur Merah, turun di halte "Monumen Nasional" ingat ya bukan halte"Museum Nasional" (soalnya ga ada tuh halte museum nasional). hehe. Nah, dari halte turun persis di depan Museum, jadi tinggal mlumpat aja... :D

"Ini nih Museum Gajah, awalnya aku mau nampilin patung gajahnya...tapi ternyata keciiiiiil banget, aku jadi heran kenapa dinamain Museum Gajah ya?"

3. Planetarium
Nah..buat yang pengin beromantis-romantis ria seperti dalam film Bangkok Traffic Love Story (walah kayak udah nonton aja), di Planetarium Jakarta lah tempatnya..! Planetarium ini terletak di Taman Ismail Marzuki, di jalan Cikini Raya. Di sana kita bisa melihat bintang, meteor, komet, tatasurya dan segala penjelasannya....melalui pemutaran film. Tapi cara nonton filmnya gak konvensioal, kereen bgt, wuiih bioskop aja bisa kalah lo.. Jadi, penonton nonton di kursi yang agak leaning, agak kayak bobok gitu, trus nontonnya di langit2 planetarium yang berbentuk kubah, semua lampu dimatiin gelap gulita, jadi suasana kubah seperti tengah malam dan bertabur bintanggggggg.....dari situ deh proyektor main, nunjukin rasi bintang yang menuhin kubah, komet yang meluncur di sepanjang kubah, dan tata surya yang bergerak-gerak...
Oh ya, kalau kubilang tadi tempat ini romantis, itu cuma promo doang. Soalnya banyakan yang datang adalah anak-anak keciiiiill...dari bayi sampai study tour TK. Bahkan, di ruang tunggu sebelum masuk "bioskop" nya, setiap beberapa menit si mbak-mbak resepsionis akan mengumumkan "Diberitahukan kepada adik-adik semua, dimohon untuk tidak berlari-lari di sepanjang ruang tunggu, demi keselamatan bersama"---walah, walah, kayak mau perang aja ;-)

How to get there?
Nah berhubung Cikini itu masih dalam radius beberapa meter dari tempat kerjaku, jadi aku bisa ke sana dengan angkutan pribadi karena udah tau jalaan!! (ouuh bangganyaa...). Kalau angkutan umum, Busway ga ada. tapi ada kayak bis-bis umum gtu tp aku ga tau jalurnya. Tapi kl mau naik taksi, bilang aja ke Plantearium TIM, di cikini. Trus, bayar tiket masuk nonton Rp.7500. Oke deh pokoknya! :)

"Tim nonton, padahal yang lainnya anak-anak semua...hehe pede aja :D"

4. Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Kalibata
Nah...ini nih lucu. Awalnya aku ada rapat di depan TMP Kalibata, jadi kan untuk pertama kalinya aku lewat depan TMP...dan berasa pengin lihat. Terinspirasi dari makamnya Bethoven dan Mozart yang bagusss bgt, jadi kufikir pasti TMP ini juga bagus, atau setidaknya menarik untuk dikunjungi. Dari luar aja kelihatan ada kolam dan patung garuda, nah pasti worth to visit. Nah, tp kan aku gak tau itu tempat boleh dimasuki untuk umum/tidak. Jadi aku cerita2lah sama temanku yang indah dan bernama Indah pula...kuutarakan keinginanku ini karena rumahnya di daerah2 situ. Dan..tak dinyana dia menjawab: besok ke sana aja sama aku, sekalian aku mau nyekar eyang....

Wow..dan alhasil..inilah TMP Kalibata:
"Nama Pahlawan yang dimakamkan di TMP Kalibata berdasarkan tahun, sejak tahun 1945"

"Makam 5 Pahlawan Revolusi yang beragama Islam (yang disemen jadi satu), dua lainnya Nasrani dan dimakamkan di kompleks makam Nasrani"

"Mbak Indah dan Almarhum Eyang...."

Nah, begitulah weekend saya beberapa minggu terakhir ini. Lagi lagi, perjalanan ini adalah tentang menemukan sebanyak-banyaknya nilai kehidupan yang lain, dan tentu saja tentang kesyukuran atas kehidupan. Alhamdulillah, semoga diberi kesempatan jalan-jalan lagi :)

Thursday, April 22, 2010

Escape from Jakarta : Bandung and Malang

Terinspirasi dari blognya Christian Sugiono (iya, yang artis itu :p), yang banyak menulis tentang aktivitas travellingnya, maka dengan ini wiwien bukan sugiono juga akan menampilkan gambar-gambar dari beberapa perjalananku beberapa hari terakhir ini (padahal males nulis blog, tp dalihnya nampilin gambar, haha).

Bandung

Setidaknya ada dua cara utama buat ke Bandung dari Jakarta dg kendaraan umum, pertama naik kereta (3 jam perjalanan), atau naik travel (2 jam karena lewat toll).
Kali ini pilihanku jatuh kepada Kereta Argo Gede yang berangkat pukul 06.15 pagi dari Gambir. Walaupun cuma berjarak beberapa jam dari Jakarta, tapi view di sepanjang jalan kereta ke Bandung sudah berasa "escape from the town" :)

"Terasering"

"View dari atas jembatan kereta yang dibangun hasli kerjasama RI-Austria (kata pramugari Argo Gede)
Berasa di pedalaman hutan Brasilia nggak sih?" *sotoy*

"Mungkin kl naik travel lewat situ kali ya? *lebih sotoy lagi*

Pulangnya aku naik kereta yang termalam,jadi kl view gerbong kereta dengan deretan kursinya, gak perlu diceritain kan? :)


Malang


Kata Christian Sugiono lagi, view dengan pesawat ke arah timur pulau jawa selalu memukau karena banyak gunung di "sepanjang jalan". Here we go...

"This is my favourite!"


"Sayangnya gak tau nama gunungnya, tapi tiap kali ngobrol ma penumpang sebelah, cuma bisa terus bilang 'mungkin bromo ya?' " hehe

Sesampai di Malang, Bandara Abdulrahman Saleh tergolong kecil, Garuda juga baru buka rute Jakarta-Malang beberapa bulan lalu. Malah sebenarnya itu pangkalan udara TNI AU. Bandaranya sendiri katanya lagi dibangun. Semoga segera selesai yaaa..you have awesome route to fly, Rek!!

"Check In Counter in Malang. Chek In? Nice collaboration guys! Chek=Check (english) + Cek (Bahasa Indonesia) :D"

Pulangnya ke Jakarta, cuaca hujan deras dan mendung menghitam. Was-was juga, dan sebenarnya pasrah aja kl mau di-delay, daripada kenapa2. Tapi syukur alhamdulillah ternyata perjalanan aman tanpa delay, malah dapat pemandangan yang lain daripada biasanya:)

"Sok romantis memandang hujan dari balik jendela (padahal deg2an)"


"dan benar saja...awan super tebal dan gelap"


"Menembus awan hitam menuju masa depan yang cerah, hehe"

Okee...akhirnya tiba di Jakarta lagi dan berharap ada yang "terbawa pulang" dari perjalanan ini. Entah itu sekedar refreshing, atau penambahan semangat untuk terus mengabdi pada negeri yang indah ini :)

Ps: jangan tanya apa yang aku lakukan di Bandung dan Malang. Tapi, gambar ini bisa jadi salah satu clue.....
"hehe...bingung kan.... :p "

Wednesday, April 7, 2010

Ibu Datang Membawa Jeruk

Banyak hal yang bisa menyentuh hati kita. Dan bikin terharu, menitikkan air mata, atau menangis tersedu-sedu (kok jd kayak puisi gini ya).

Nah kali ini juga, jeruk berhasil membuatku berkaca-kaca dengan suksesnya!

Pagi itu ibuku datang ke Jakarta selama long weekend Hari Libur Paskah. Seperti biasa, ibu membawakan beragam oleh-oleh, dari Gudeg, Bakpia, Sale Pisang, sampai telur asin untuk persediaan di Kosan dan beberapa oleh2 untuk teman&Saudara di Jakarta. Ketika kufikir oleh2 itu udah banyak banget, ibuku masih mengeluarkan lagi sekotak brownies Amanda, ibu bilang karena itu kesukaanku, dan juga satu kilo jeruk ponkan, lagi2 karena ibu tau itu kesukaanku. Aku tak habis pikir ibu merepotkan diri dengan membawa Brownies dan Jeruk dari jogja, padahal aku bisa saja mendapatkannya dengan mudah di sini.

and when it's time for me to see My Mom off to Jogja again, I can only say that "you are always remembered, cared, loved, and missed"
"Ibuk pengin ke mana? Naik ke Monas? Wisata Istana Presiden? TMII? atau skydinning?"
jawaban ibu sangat tidak terduga : "Sarinah! itu dulu pas ibu masih kecil, Mall nya terkenal banget sampai ke Jogja"
(usut punya usut, ternyata Sarinah adalah salah satu mall pertama di Jakarta--berdiri tahun 1965 dari biaya hasil pampasan perang dari Jepang, info lebih lanjut klik di sini )

Tuesday, March 30, 2010

Ikan, Laron, Semut

dari lagunya Fatih


Aku senang aku senang
Tapi bingung aku bingung
Aku senang aku senang
Tapi heran aku heran

Dan akupun bertanya
Pada semua ikan di kolam
Tidakkah kau mrasa bosan di situ
Dan dia pun menjawab
Tiada bosan walau berada di tempat sekecil ini
Karna ku di sini
Setiap hari
Bersama Tuhanku

Dan akupun bertanya
Pada laron-laron beterbangan
Buat apa kau hidup semalan
Dan dia pun menjawab
Tiada tersia walau hanya smalam aku hidup di dunia
Karna dalam semalam aku hidup
Kusebut Tuhanku

Dan akupun bertanya
Pada semut-semut di sarangnya
Tidakkah kau mrasa lelah bekerja
Dan dia pun menjawab
Tiada lelah walau spanjang hidup aku terus bekerja
Karna setiap saat
Dalam bekerja
Bersama Tuhanku

Dan aku bertanya pada hatiku
Sejauh apa hidup tanpa Tuhanku

Dan aku bertanya pada jiwaku

Selama apa hidup tanpa Tuhanku

Dan aku bertanya pada diriku

Sekeras apa kerja tanpa Tuhanku

Tuesday, March 23, 2010

My (un)Common Days in Jakarta

Beberapa hari terakhir ini aku sangat sibuk, terutama saat weekend. Oh bukan karena rajin bekerja dan belajar kayak Bobo, tapi tentu saja: berjalan-jalan!

Uniknya, beberapa kali weekend kuhabiskan dengan hal yang tidak biasa. Tidak ke mall (apalagi ke Plangi lagi). Tidak Belanja (ya walaupun biasanya juga nggak belanja sih). Tidak nonton di Bioskop (hmm, biasanya juga nggak nonton pas weekend sih, mahal :p). Tidak makan-makan bersama teman-teman.

Supaya membuat posting ini lebih hiperbola, harusnya kan muncul pertanyaan: Hah, emang bisa ya weekend di Jakarta selain ke Mall, Belanja, Nonton, dan Makan-makan?
--hehe pertanyaanku maksa ya, tapi yaudahlah gpp, jadi ini nih (un)common things yang ternyata bisa juga dilakukan di Jakarta:

1. Mengunjungi Saudara Lama
Aku baru dikasitau ibu kalau ada sepupu beliau yang di Jakarta, itu artinya dia adalah satu-satunya saudaraku di Jakarta. alhasil, saya bermainlah ke sana...bertemu saudara yang 10 tahun nggak bertemu. Dia sudah menetap di jakarta, dengan sebuah rumah, seorang suami, dan dua anak kecil yang sudah berbicara logat jakarta (walaupun belum gue-gue elu-elu sih, hehe).
Alhasil, pertemuan itu membuat saya lebih panjang umur! (katanya kan silaturahmi memperpanjang usia kan ya? hehe)
"Foto Adikku habis dikhitan"
(yang ke tempat sodara di Jakarta lupa ga bawa kamera ^^)

2. Bermain ke hutan
Well, hutan ini bukan di Jakarta sih, tepatnya di Bogor, yaitu Kebun Raya Bogor, satu jam dari Jakarta. Ingin merasa dipeluk batang pohon dan diselimuti dedaunan? di sini lah tempatnya!
Jika di Jakarta kita merasa kecil ketika melihat gedung gedung yang tinggi, nah di Kebun Raya ini kita merasa sangaaat kecil, bahkan dibandingkan dengan pohon! glekk.

"@Kebun Raya Bogor: kita hanya setinggi dasar batang"

3. Menemukan Pesaing Taman Surapati untuk Jogging Track
Akhirnya sekarang sedikit lebih kreatif untuk tidak cinta mati dengan Taman Surapati. Ternyata ada satu taman&jogging track lagi di daerah menteng: Taman Situ Lembang! letaknya sekitar 500 meter dari Taman Suropati, and for the best: ada danau dengan air mancur, ayunan, dan monyet! :D


"@Taman Situ Lembang: Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera"

4. Bergabung dengan Ribuan Warga Jakarta, menyambut Pak Fauzi Bowo
Waktu itu ceritanya tentang promonya Pemda DKI untuk merevitalisasi Kota Tua sebagai pusat industri kreatif (info lebih lanjut googling aja "Jakarta Creative City" atau klik di http://jakartapunya.wordpress.com/ ). Acaranya di pelataran Museum Fatahilah, dengan menampilkan animasi 3D (apa 4D ya?) di Gedung Museum. It was so wow, but the most wow thing is the people: ribuan!


@Kota Tua: The Crowd!

5. Taking Picture on the Street and say: Welcome to Jakarta, laah! :-)
On the Way to Jln. Rasuna: The Jakmania!

"@Monas: Well, can you actually read the blueeee sign?" :-)


Yah, sekian dulu untuk hari ini.
Semoga kita selalu bisa menyadari betapa maha kasih sayangnya Tuhan dalam kehidupan kita, di setiap jalan cerita perjalanan kita, dan di setiap hari yang terlihat biasa.

Amiin :-)
 
Copyright 2010 Wien Wien Solution. Powered by Blogger
Blogger Templates created by DeluxeTemplates.net
Wordpress by Wpthemescreator
Blogger Showcase