Showing posts with label Jalan-Jalan di Jakarta. Show all posts
Showing posts with label Jalan-Jalan di Jakarta. Show all posts

Wednesday, May 5, 2010

Jakarta for Tourists (Beginner Level) Part #2

Melanjutkan posting sebelumnya dengan judul yang sama, ini dia edisi dua nya sudah muncul. Jalan-jalan pada episode ini akan membawa kita ke beberapa tempat yang penuh pengetahuan di sekeliling Jakarta, mari kita simak..... *dengan gaya Prita Laura Metro TV*

1. Wisata Istana Presiden
Mungkin ga banyak yang udah tahu kalau istana presiden (iya, istana presiden yang buat upacara di tipi-tipi itu), sekarang dibuka untuk umum pada hari Sabtu-Minggu. Di sana kita akan dibawa oleh Tour Guide keliling ruangan di Istana, diberikan penjelasan sejarah dan kegunaan masing-masing, foto bersama oleh petugas foto (ga boleh bawa kamera), dan sebelumnya diajak nonton video tentang Sejarah Istana dan para penghuninya (5 presiden RI sebelumnya). Dari penjelasan videonya, pembukaan Istana presiden untuk umum ini konon dimaksudkan untuk menumbuhkan sense of belonging seluruh rakyat terhadap Istana. Emang bener sih, gedung dan isinya indah...sayang kok peninggalan Belanda ;-)

How to get there?

Karena waktu itu aku sama Ibu yang sudah gampang capek kalau jalan kaki, jadi kita naik Taksi dan turun di Sekretariat Negara (pintu masuk Istana untuk wisata ini ada di kantor Setneg di Komplek Istana). Tapi pulangnya aku sempat lihat halte busway terdekat adalah Harmoni, mungkin sekitar 500 meter jalan kaki, within reach lah yaa... :)

Catatan Penting untuk Wisata Istana Presiden ini:
1. Sistem wisatanya dibagi ke dalam kelompok gitu. sekitar 30an orang sekali dipandu Tour Guide (Tour Guide adalah Polisi--eh atau TNI ya? tp pokoknya bukan petugas guide wisata biasa). Pendaftaran dibuka sejak jam8 dan tutup jam 3 sore, tanya Pak Satpam aja untuk lokasi pendaftarannya.
2. Berpakaian sopan, no T Shirt, Jeans (Jeans alike juga tetep ga boleh).
3. Jangan lupa bawa Kartu Identitas utk ditinggal saat pendaftaran, wisata ini gratis, jadi cuma modal kartu identitas doang. hehe
4. Peminat utama dari wisata ini adalah anak-anak dan ibu-ibu. Jadi biar kita gak salting, kalau mau ke sana, kawula muda seperti kita ini harus mengajak ibu kita atau anak tetangga. Dan benar saja, ketika ikut wisata ini, aku sekelompok sama anak-anak TK dari Bekasi dan para ibu-ibu pengajian dari Bandung. Untung waktu itu alibiku adalah :"Iya..ini mengantar ibu dari Jogja.." hehe, padahal aku yang sebenarnya ngajak-ngajak ibu:)
5. Terakhir, dan yang paling penting, Presiden SBY dan keluarganya tinggal di Istana ini pada Senin-Jumat. Tetapi kalau Sabtu-Minggu, mereka pindah ke Cikeas. Jadi kita gak perlu make up atau latihan salaman buat jaga-jaga kalau-kalau ketemu Presiden pas ikut wisata. Hehe :p

"Ini nih ibu saya...." (antri buat foto beginian aja lama banget, hehe)

2. Museum Nasional/Museum Gajah
Berawal dari temen yang ngasitau kalau di masuk museum ini cuma bayar Rp.750, akhirnya aku ke sana juga dengan penuh semangat! (hehe dasar). Sesampai di sanaaaa.......museumnya gedeeeeee banget, trus baguus...informasi lengkap, barang-barang yang dipajang juga banyak dan (kayaknya sih) orijinal, udah gitu ber-AC lagi! Wah jadi heran kenapa masuk museum ini jadi lebih murah dari harga teh tawar!
Nah pada dasarnya Museum ini bercerita tentang Indonesia : Geografinya, Sukunya, Seni da Budayanya...termasuk sejarah-sejarah di dalamnya. Worth to visit kan? Nah kalau di sini, pengunjung utamanya adalah anak-anak dan buleee!! Berhubung saya bule, jadi sih nyaman-nyaman aja tuh di sana (hayah).

How To Get There?
Pakai Busway Jalur Merah, turun di halte "Monumen Nasional" ingat ya bukan halte"Museum Nasional" (soalnya ga ada tuh halte museum nasional). hehe. Nah, dari halte turun persis di depan Museum, jadi tinggal mlumpat aja... :D

"Ini nih Museum Gajah, awalnya aku mau nampilin patung gajahnya...tapi ternyata keciiiiiil banget, aku jadi heran kenapa dinamain Museum Gajah ya?"

3. Planetarium
Nah..buat yang pengin beromantis-romantis ria seperti dalam film Bangkok Traffic Love Story (walah kayak udah nonton aja), di Planetarium Jakarta lah tempatnya..! Planetarium ini terletak di Taman Ismail Marzuki, di jalan Cikini Raya. Di sana kita bisa melihat bintang, meteor, komet, tatasurya dan segala penjelasannya....melalui pemutaran film. Tapi cara nonton filmnya gak konvensioal, kereen bgt, wuiih bioskop aja bisa kalah lo.. Jadi, penonton nonton di kursi yang agak leaning, agak kayak bobok gitu, trus nontonnya di langit2 planetarium yang berbentuk kubah, semua lampu dimatiin gelap gulita, jadi suasana kubah seperti tengah malam dan bertabur bintanggggggg.....dari situ deh proyektor main, nunjukin rasi bintang yang menuhin kubah, komet yang meluncur di sepanjang kubah, dan tata surya yang bergerak-gerak...
Oh ya, kalau kubilang tadi tempat ini romantis, itu cuma promo doang. Soalnya banyakan yang datang adalah anak-anak keciiiiill...dari bayi sampai study tour TK. Bahkan, di ruang tunggu sebelum masuk "bioskop" nya, setiap beberapa menit si mbak-mbak resepsionis akan mengumumkan "Diberitahukan kepada adik-adik semua, dimohon untuk tidak berlari-lari di sepanjang ruang tunggu, demi keselamatan bersama"---walah, walah, kayak mau perang aja ;-)

How to get there?
Nah berhubung Cikini itu masih dalam radius beberapa meter dari tempat kerjaku, jadi aku bisa ke sana dengan angkutan pribadi karena udah tau jalaan!! (ouuh bangganyaa...). Kalau angkutan umum, Busway ga ada. tapi ada kayak bis-bis umum gtu tp aku ga tau jalurnya. Tapi kl mau naik taksi, bilang aja ke Plantearium TIM, di cikini. Trus, bayar tiket masuk nonton Rp.7500. Oke deh pokoknya! :)

"Tim nonton, padahal yang lainnya anak-anak semua...hehe pede aja :D"

4. Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Kalibata
Nah...ini nih lucu. Awalnya aku ada rapat di depan TMP Kalibata, jadi kan untuk pertama kalinya aku lewat depan TMP...dan berasa pengin lihat. Terinspirasi dari makamnya Bethoven dan Mozart yang bagusss bgt, jadi kufikir pasti TMP ini juga bagus, atau setidaknya menarik untuk dikunjungi. Dari luar aja kelihatan ada kolam dan patung garuda, nah pasti worth to visit. Nah, tp kan aku gak tau itu tempat boleh dimasuki untuk umum/tidak. Jadi aku cerita2lah sama temanku yang indah dan bernama Indah pula...kuutarakan keinginanku ini karena rumahnya di daerah2 situ. Dan..tak dinyana dia menjawab: besok ke sana aja sama aku, sekalian aku mau nyekar eyang....

Wow..dan alhasil..inilah TMP Kalibata:
"Nama Pahlawan yang dimakamkan di TMP Kalibata berdasarkan tahun, sejak tahun 1945"

"Makam 5 Pahlawan Revolusi yang beragama Islam (yang disemen jadi satu), dua lainnya Nasrani dan dimakamkan di kompleks makam Nasrani"

"Mbak Indah dan Almarhum Eyang...."

Nah, begitulah weekend saya beberapa minggu terakhir ini. Lagi lagi, perjalanan ini adalah tentang menemukan sebanyak-banyaknya nilai kehidupan yang lain, dan tentu saja tentang kesyukuran atas kehidupan. Alhamdulillah, semoga diberi kesempatan jalan-jalan lagi :)

Tuesday, March 23, 2010

My (un)Common Days in Jakarta

Beberapa hari terakhir ini aku sangat sibuk, terutama saat weekend. Oh bukan karena rajin bekerja dan belajar kayak Bobo, tapi tentu saja: berjalan-jalan!

Uniknya, beberapa kali weekend kuhabiskan dengan hal yang tidak biasa. Tidak ke mall (apalagi ke Plangi lagi). Tidak Belanja (ya walaupun biasanya juga nggak belanja sih). Tidak nonton di Bioskop (hmm, biasanya juga nggak nonton pas weekend sih, mahal :p). Tidak makan-makan bersama teman-teman.

Supaya membuat posting ini lebih hiperbola, harusnya kan muncul pertanyaan: Hah, emang bisa ya weekend di Jakarta selain ke Mall, Belanja, Nonton, dan Makan-makan?
--hehe pertanyaanku maksa ya, tapi yaudahlah gpp, jadi ini nih (un)common things yang ternyata bisa juga dilakukan di Jakarta:

1. Mengunjungi Saudara Lama
Aku baru dikasitau ibu kalau ada sepupu beliau yang di Jakarta, itu artinya dia adalah satu-satunya saudaraku di Jakarta. alhasil, saya bermainlah ke sana...bertemu saudara yang 10 tahun nggak bertemu. Dia sudah menetap di jakarta, dengan sebuah rumah, seorang suami, dan dua anak kecil yang sudah berbicara logat jakarta (walaupun belum gue-gue elu-elu sih, hehe).
Alhasil, pertemuan itu membuat saya lebih panjang umur! (katanya kan silaturahmi memperpanjang usia kan ya? hehe)
"Foto Adikku habis dikhitan"
(yang ke tempat sodara di Jakarta lupa ga bawa kamera ^^)

2. Bermain ke hutan
Well, hutan ini bukan di Jakarta sih, tepatnya di Bogor, yaitu Kebun Raya Bogor, satu jam dari Jakarta. Ingin merasa dipeluk batang pohon dan diselimuti dedaunan? di sini lah tempatnya!
Jika di Jakarta kita merasa kecil ketika melihat gedung gedung yang tinggi, nah di Kebun Raya ini kita merasa sangaaat kecil, bahkan dibandingkan dengan pohon! glekk.

"@Kebun Raya Bogor: kita hanya setinggi dasar batang"

3. Menemukan Pesaing Taman Surapati untuk Jogging Track
Akhirnya sekarang sedikit lebih kreatif untuk tidak cinta mati dengan Taman Surapati. Ternyata ada satu taman&jogging track lagi di daerah menteng: Taman Situ Lembang! letaknya sekitar 500 meter dari Taman Suropati, and for the best: ada danau dengan air mancur, ayunan, dan monyet! :D


"@Taman Situ Lembang: Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera"

4. Bergabung dengan Ribuan Warga Jakarta, menyambut Pak Fauzi Bowo
Waktu itu ceritanya tentang promonya Pemda DKI untuk merevitalisasi Kota Tua sebagai pusat industri kreatif (info lebih lanjut googling aja "Jakarta Creative City" atau klik di http://jakartapunya.wordpress.com/ ). Acaranya di pelataran Museum Fatahilah, dengan menampilkan animasi 3D (apa 4D ya?) di Gedung Museum. It was so wow, but the most wow thing is the people: ribuan!


@Kota Tua: The Crowd!

5. Taking Picture on the Street and say: Welcome to Jakarta, laah! :-)
On the Way to Jln. Rasuna: The Jakmania!

"@Monas: Well, can you actually read the blueeee sign?" :-)


Yah, sekian dulu untuk hari ini.
Semoga kita selalu bisa menyadari betapa maha kasih sayangnya Tuhan dalam kehidupan kita, di setiap jalan cerita perjalanan kita, dan di setiap hari yang terlihat biasa.

Amiin :-)

Tuesday, February 23, 2010

Jakarta for Tourists (beginner level)

Beberapa kali weekend di Jakarta yang saya habiskan dengan jalan-jalan keliling kota, membuat saya memutuskan untuk menuliskan tips and tricks untuk menikmati kota ini sebagai turis! Karena seperti kata temannya teman saya, Jakarta is just sooo good, if you know how to live. well, anyway, saya bukan turis beneran di Jakarta, dan saya juga nggak bilang kalau saya sudah tahu how to live here, haha ya jadi hal terbaik yang bisa anda katakan setelah membaca tulisan ini mungkin hanya : "not bad for beginner lah!" :p
Ok, read on....

First things first
  • Buat yang nggak punya kendaraan pribadi, busway di saat weekend merupakan alat transportasi yang sangat recomended, selain murah meriah karena tidak perlu bayar lagi saat pindah-pindah jalur (Rp.3500), juga karena busway akan jauh lebih lengang kala weekend. Bahkan aku pernah menjadi satu-satunya penumpang busway pada suatu minggu siang!
"Diambil pada hari minggu jam 11 siang, di busway dari Pulogadung menuju Matraman"
  • Buat bule, semoga anda pernah terobsesi menjadi selebritis sehingga tidak keberatan untuk (sering) diajak foto bersama seperti ini:
"Well...cheeeeeers, Mister! :p "
  • Buat yang merasa ingin menghabiskan uang lebih banyak, bisa naik taksi untuk mengantar anda jalan-jalan. Setidaknya ada dua taksi yang pernah saya naiki dan alhamdulillah terbukti aman, yaitu Taksi Express warna putih, dan Taksi Blue Bird warna biru (yang warna hitam belum kuat mbayar :p)
Where to Go?

1. Kota Tua Jakarta
Setidaknya ada dua alasan mengapa kita harus ke Kota Tua dengan busway. Pertama karena jalur menuju ke sana cuma luruus aja dan biasanya sepi, jadi kita bisa duduk manis. Kedua karena jalur busway yang menuju ke sana adalah koridor satu,warna merah, sehingga perjalanan menuju ke sana pasti melewati sepanjang jalan Sudirman dimana terdapat sederet gedung-gedung megah kayak di tipi-tipi (haha ndeso ya?). tapi kata temanku yang lebih intelek, dia senang melihat gedung-gedung itu untuk mengingatkan bahwa kita ini hanyalah kecil. Ketiga karena kota tua terletak di halte kota, yang merupakan pemberhentian terakhir dari busway, jadi kita bisa tidur di bis, nggak usah khawatir kebablasan ;-) -->pemalas!
Nah ada apa aja di sana?
  • Pelataran kota tua, lengkap dengan gedung2 belanda dan meriamnya --> gratis
  • Museum Fatahillah --> Rp. 2000an (lupa)
  • Museum Wayang --> Rp. 2000an (lupa juga)
  • Kantor Pos (ini kantor pos beneran, jadi hari sabtu/minggu bisa kirim postcard/surat)
  • Sewa sepeda --> Rp. 20.000 (tapi aku nggak nyoba)
  • Museum Bank Mandiri --> Rp. 2000an (tapi gratis untuk nasabah mandiri dan mahasiswa)
"Kota Tua dilihat dari jendela tua di Museum Fatahilah (untung yang ngliat bukan orang tua :p)"

2. Taman Mini Indonesia Indah
Jika anda terobsesi keliling dunia dan belum kesampaian, maka terobsesilah dulu untuk keliling Indonesia. Tapi jika obsesi keliling Indonesia belum kesampaian juga, maka mari bersama-sama kita terobsesi keliling Taman Mini Indonesia Indah, he..he.. Tapi bener deh, dengan berputar-putar keliling TMII, bisa membuat kita serasa keliling Indonesia beneran (ya aku juga nggak tau sih gimana rasanya keliling Indonesia beneran itu). Menuju TMII juga gampang banget, tinggal naik busway jalur Matraman-Kampung Rambutan, turun di PGC, nyambung minibus merah nomor 1 atau 2, dan voilaa....TMII akan tepat berada di depan anda!
Ada apa aja di sana?
  • Masuk Arena TMII --> Rp. 7500, lengkap dengan miniatur 17.000 kepulauan Indonesia dan anjungan dari 33 provinsi, dan bonus anjungan (negara) Timor Timur :-(
  • Cable Car/ Sky Lift --> kemarin nggak nyoba, tapi dulu pas SMP/ 9 tahun yang lalu sih Rp. 7500
  • Film 3D di Keong Mas--> Rp. 35.000
  • Kereta-keretaan, istana boneka, roller coaster untuk anak-anak, bebek kayuh, bahkan sampai permen arum manis pun ada di sana! :p
"Hanya ada di TMII: Rumah Gadang Sumbar yang di depan halamnnya ada Lampu Kraton Jogja :D"

3. Naik ke Puncak Monas
Nah, ini juga harus dilakukan! Pertama karena semua orang rela mengantri berjam-jam untuk bisa naik lift ke puncak monas (jadi pastinya bagus kali ya sampai pada dibela-belain gitu? hehe), kedua karena pergi ke Jakarta tanpa naik monas seperti pergi Inggris tanpa mengunjungi Menara Eiffel (nggak nyambung emang).
Untung waktu itu aku di Monas jam 9 pagi, jadi hanya perlu waktu 15 menit dan kami sudah bisa naik lift menuju monas dan melihat betapa kecilnya rumah kos yang aku tinggali padahal juga nggak kelihatan).
Apa aja di sana?
  • Museum Nasional --> Rp. 3500 (waktu itu kamu cuma mbeli tiketnya tapi ga sempet masuk karena buru-buru sebelum antrian naik lift jadi panjang)
  • Naik ke monas --> Rp. 7500 (untuk mahasiswa jadi Rp. 3500)
  • The whole jakarta from the top!!
"Wajah Jakarta dari Monas, minggu pagi pukul 9"

4. Skydinning Plasa Semanggi
Dari semua tempat yang pernah kukunjungi di Jakarta, tempat ini menduduki ranking pertama yang jadi favoritku!! (btw aku cuma lebay, pas dulu nulis tentang taman suropati, aku juga bilang taman Suropati yang ranking pertama, hehe). Lagi-lagi, tempat ini menjadi sangat menyenangkan karena kita bisa melihat segala sesuatu dari atas, dan ketika begitu, kita akan melihat betapa kecilnya ketika kita menjalani kehidupan di bawah sana :-)
Oh ya, untuk menuju ke Skydinning ini, bisa dengan busway jalur merah, turun di Bendungan Hilir/Benhil, jalan kaki 50 meter, ambil lift yang langsung menuju ke Skydinning lantai 9 (baca: lewati aja mall di lantai-lantai bawahnya), dan jajaran tempat makan dengan beragam varian harga siap menanti anda. hati-hati dengan dompet anda, jangan lapar mata untuk membayar makannya :-)
"City of Lights, diambil dari Skydinning Plangi pada Sabtu menjelang maghrib"

5. Tanah Abang dan Mall Ambassador
Dua minggu pertama di Jakarta, kuhabiskan weekend dengan mengunjungi pusat perbelanjaan ini. Dan aku sudah memutuskan untuk menyayangi tabunganku dengan menjauhi tempat itu... (walah, padahal di sana juga nggak belanja kok..hehe)

Nah, tulisan ini akan kuakhiri dengan mendaftar beberapa tempat lain di Jakarta yang ingin kukunjungi dalam beberapa waktu ke depan, supaya terus ingat betapa luasnya dunia ini, dan betapa maha kasihnya Tuhan atas kesempatan bagi kita untuk terus menjelajahinya.

1. Pulau Seribu
2. Kebun Binatang Ragunan
3. Museum Gajah
4. Ikut acara di masjid Istiqlal (katanya masjid terbesar di Asia Tenggara, bener nggak sih?)
5. Pantai Ancol

:-)

Tuesday, February 16, 2010

Jakarta, bagus juga ya?

Minggu sore di Skydinning Plasa Semanngi, lantai 9
"This is what Jakarta offers to you : getting closer to the sky (whatever sky in your mind)"


diambil dari lantai 9, skydinning plasa semanggi, jam setengah 6 sore
"tidak macet=weekend"


Bundaran Semanggi (atau namanya apaan sih?).
kata
timur: "kadang jalanan adalah sarana menenangkan diri yang cukup efektif, karena di jalan… kita bisa melihat bahwa dunia sebenarnya masih berjalan seperti biasa…"

dan alhasil, weekend kemarin, I really felt soo recharged!
well, yes, somehow, Jakarta is just really fun!

and wherever we are, happiness is just located in the mindset :-)

Monday, January 25, 2010

Jakarta in Two Weeks!

Ouh....have been ages I want to write this title!!

Pada dasarnya, aku bisa bilang: I'm totally move to Jakarta! Secara fisik, barang2ku sudah mulai berpindah dari rumahku yang mewah (mepet sawah) di jogja, ke kamarku yang baru di daerah berlambang tunas kelapa (well, easy to guess, right?). Secara psikis dan fikiran, aku bukan orang yang senang mengharu birukan keadaan dengan mengatakan hatiku masih tertinggal di jogja, atau di tempat2 menarik yang pernah kukunjungi. wherever you go, go with all your heart, haha indah bukan? :p

nah, jakarta selama dua hari, sedikit banyak hanyalah seperti yang dipesankan teman2 sebelum aku berangkat ke jakarta ini....

hari pertama di Jakarta, dan merasakan naik ojek dengan tukang ojek yang mungkin terbiasa dengan didikan pemaksaan. dari nyuruh naiknya maksa ("kalo naek taksi kagak ada yg mau karena cuma deket, udah ojek aja sini!!"), sampai nyuruh mbayarnya maksa dilebihin dari yang udah dijanjiin ("ternyata jauh,jadi orang jangan pelit2 amat,kasih lebih 5 ribu aja.nanti kalo nggak ngasih, rejekinya seret!!"), dan beragam kata-kata intimidatif lainnya yang ga usah kulanjutkan di sini. Aku nggak keberatan ngasih lebih untuk orang yang memang pantas menerimanya. Tapi buatku, segalanya kalau ada unsur kekerasan (pemaksaan, kata-kata intimidatif, dan segala bentuk sikap negatif), menjadi tidak bernilai walau itu awalnya seberharga berlian (:p).

Waktu itu aku nggak marah. aku merasa sesak menyadari bahwa ada orang yang tumbuh dengan sikap dan mental seperti itu, dan terus menerus. (oke, jika boleh, kuanggap itu sebagai PR pertama buat, pembangunan manusia). Walaupun aku yakin tidak didengarkan, sebelum si bapak tukang ojek pergi, aku hanya berkata pelan: "Bapak, besok lagi jangan suka maksa-maksa orang ya". Aku nggak berharap dia mbales perkataanku karena dia langsung ngeloyor pergi dg motornya, hingga sayup kudengar teriakannya: "IYE!!", sambil berlalu.

Hari-hari berikutnya, aku sudah mulai diklat sebelum secara resmi mulai bekerja. Saat2 itu, aku nggak merasa tinggal di jakarta. Karena menurutku, suasana akademis dalam kelas selalu sama saja di manapun itu, baik itu tipe mahasiswanya, ataupun dosennya. dan somehow, inilah yang selalu kurindukan dari suasana akademis.ada kedamaian di sana :-)

Weekend, jika anda merasa belum siap menjadi orang jakarta, maka jangan pergi ke Ambassador atau Tanah Abang untuk belanja. Karena, kita bisa kaget setengah mati melihat gaya belanja APIJAHBWGTBAE----aku-pengin-itu-jadi-aku-harus-beli-walaupun-gak-tau-butuh-apa-enggak!!!. atau jika gak kaget, kita akan sangat mudah terbawa suasana untuk belanja sebanyak2nya pula :P

Nah, makanya pergi sajalah sabtu pagi untuk jogging. tempat terbaik yang bisa kurekomendasikan di seluruh Jakarta ini adalah TAMAN SUROPATI!! Pertama karena jogging track nya dipageri dengan pohon-pohon yang sangat tua dan buesaaarrr, kedua karena itu tempat pertama dan satu-satunya yang aku tahu bisa untuk jogging!! (haha, what do u expect from people who just lived in jakarta for weeks??).


Jogging di taman suropati, membuatku sedikit terlupa kalau ini adalah Jakarta. Banyak bapak ibu membawa bayinya dengan kereta bayi dan diarak keliling taman (well, didorong maksudnya), banyak orangtua berjalan pelan2 di batu refleksi, atau yang masih muda ya jogging dengan i-pod di kuping, ada yg ngasih makan burung dara yang terbang bebas di taman itu, bahkan ada pula anak kecil yang latihan sepeda lengkap dengan helm, bantalan dengkul dan siku..padahal sepedanya udah roda tiga!! di tengah aku mengamati ini, tiba-tiba terdengar bunyi sirine disertai iring2an dua motor gede polisi, disusul satu mobil jip, satu mobil hitam yang agak gede, satu mobil lain dan dua mobil di tengah-tengah iring2an itu dengan plat mobil yang keduanya sama: RI 2. Rupanya, mobil itu tinggal di sebuah bangunan di samping taman surapati. hmm......berarti taman ini memang di jakarta.

Itulah Jakarta selama beberapa minggu pertama. Sisanya adalah : kedinginan di ruang ber-AC depan taman surapati, kepanasan di kosan, makan di warteg, nonton, dan berwisata di kota tua Jakarta!

Yang ingin kulakukan minggu ini adalah:
1. Memberanikan diri naik angkot ke arah Senen yang melewati pinggiran sungai besar ber-air hitam , dan mengambil gambar kehidupan di sepanjang sana.
2. Memastikan itu angkot beneran bertujuan ke Senen
3. Mencari tahu nama sungai di atas, he..he...

"refleksi kaki di taman surapati"
 
Copyright 2010 Wien Wien Solution. Powered by Blogger
Blogger Templates created by DeluxeTemplates.net
Wordpress by Wpthemescreator
Blogger Showcase