Tuesday, March 30, 2010

Ikan, Laron, Semut

dari lagunya Fatih


Aku senang aku senang
Tapi bingung aku bingung
Aku senang aku senang
Tapi heran aku heran

Dan akupun bertanya
Pada semua ikan di kolam
Tidakkah kau mrasa bosan di situ
Dan dia pun menjawab
Tiada bosan walau berada di tempat sekecil ini
Karna ku di sini
Setiap hari
Bersama Tuhanku

Dan akupun bertanya
Pada laron-laron beterbangan
Buat apa kau hidup semalan
Dan dia pun menjawab
Tiada tersia walau hanya smalam aku hidup di dunia
Karna dalam semalam aku hidup
Kusebut Tuhanku

Dan akupun bertanya
Pada semut-semut di sarangnya
Tidakkah kau mrasa lelah bekerja
Dan dia pun menjawab
Tiada lelah walau spanjang hidup aku terus bekerja
Karna setiap saat
Dalam bekerja
Bersama Tuhanku

Dan aku bertanya pada hatiku
Sejauh apa hidup tanpa Tuhanku

Dan aku bertanya pada jiwaku

Selama apa hidup tanpa Tuhanku

Dan aku bertanya pada diriku

Sekeras apa kerja tanpa Tuhanku

Tuesday, March 23, 2010

My (un)Common Days in Jakarta

Beberapa hari terakhir ini aku sangat sibuk, terutama saat weekend. Oh bukan karena rajin bekerja dan belajar kayak Bobo, tapi tentu saja: berjalan-jalan!

Uniknya, beberapa kali weekend kuhabiskan dengan hal yang tidak biasa. Tidak ke mall (apalagi ke Plangi lagi). Tidak Belanja (ya walaupun biasanya juga nggak belanja sih). Tidak nonton di Bioskop (hmm, biasanya juga nggak nonton pas weekend sih, mahal :p). Tidak makan-makan bersama teman-teman.

Supaya membuat posting ini lebih hiperbola, harusnya kan muncul pertanyaan: Hah, emang bisa ya weekend di Jakarta selain ke Mall, Belanja, Nonton, dan Makan-makan?
--hehe pertanyaanku maksa ya, tapi yaudahlah gpp, jadi ini nih (un)common things yang ternyata bisa juga dilakukan di Jakarta:

1. Mengunjungi Saudara Lama
Aku baru dikasitau ibu kalau ada sepupu beliau yang di Jakarta, itu artinya dia adalah satu-satunya saudaraku di Jakarta. alhasil, saya bermainlah ke sana...bertemu saudara yang 10 tahun nggak bertemu. Dia sudah menetap di jakarta, dengan sebuah rumah, seorang suami, dan dua anak kecil yang sudah berbicara logat jakarta (walaupun belum gue-gue elu-elu sih, hehe).
Alhasil, pertemuan itu membuat saya lebih panjang umur! (katanya kan silaturahmi memperpanjang usia kan ya? hehe)
"Foto Adikku habis dikhitan"
(yang ke tempat sodara di Jakarta lupa ga bawa kamera ^^)

2. Bermain ke hutan
Well, hutan ini bukan di Jakarta sih, tepatnya di Bogor, yaitu Kebun Raya Bogor, satu jam dari Jakarta. Ingin merasa dipeluk batang pohon dan diselimuti dedaunan? di sini lah tempatnya!
Jika di Jakarta kita merasa kecil ketika melihat gedung gedung yang tinggi, nah di Kebun Raya ini kita merasa sangaaat kecil, bahkan dibandingkan dengan pohon! glekk.

"@Kebun Raya Bogor: kita hanya setinggi dasar batang"

3. Menemukan Pesaing Taman Surapati untuk Jogging Track
Akhirnya sekarang sedikit lebih kreatif untuk tidak cinta mati dengan Taman Surapati. Ternyata ada satu taman&jogging track lagi di daerah menteng: Taman Situ Lembang! letaknya sekitar 500 meter dari Taman Suropati, and for the best: ada danau dengan air mancur, ayunan, dan monyet! :D


"@Taman Situ Lembang: Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera"

4. Bergabung dengan Ribuan Warga Jakarta, menyambut Pak Fauzi Bowo
Waktu itu ceritanya tentang promonya Pemda DKI untuk merevitalisasi Kota Tua sebagai pusat industri kreatif (info lebih lanjut googling aja "Jakarta Creative City" atau klik di http://jakartapunya.wordpress.com/ ). Acaranya di pelataran Museum Fatahilah, dengan menampilkan animasi 3D (apa 4D ya?) di Gedung Museum. It was so wow, but the most wow thing is the people: ribuan!


@Kota Tua: The Crowd!

5. Taking Picture on the Street and say: Welcome to Jakarta, laah! :-)
On the Way to Jln. Rasuna: The Jakmania!

"@Monas: Well, can you actually read the blueeee sign?" :-)


Yah, sekian dulu untuk hari ini.
Semoga kita selalu bisa menyadari betapa maha kasih sayangnya Tuhan dalam kehidupan kita, di setiap jalan cerita perjalanan kita, dan di setiap hari yang terlihat biasa.

Amiin :-)

Resep Ibu (Fast Food Fegetables)

Berawal dari kangen Ibu, akhirnya aku memutuskan untuk membeli Rice Cooker! (Hehe ga nyambung ya :p)

Nah karena bosan juga karena 3 kali sehari membeli makan terus, selain bosan makan makanan yang banyak mengandung micin /bumbu penyedap, juga tentu saja bosan uangnya! Bayangkan...3 kali membeli makan di Jakarta..di Jakarta, meeeen! (whuzz jadul bgt gaya ku).

Singkat cerita, aku memutuskan memasak. Dengan bermodal rice cooker (baru lho :D), panci, dan pulsa telepon (untuk konsultasi resep dg Ibu), dan tentu saja Kamera untuk memfoto semua hasil masakanku, maka....inilah Fast Food Fegetables yang akan kusajikan pada blog pertama kali ini:

"Fully Vegetables Soup"
Bahan dan Bumbu :
Kol, Kentang, Wortel,Loncang (daun bawang ya?), Seledri, Merica, Bawang Putih, Garam


"The Angelic Face of Tempe Garit"
Bahan dan Bumbu :
Tempe (temenku ada yang tanya, tempenya dicuci nggak? jawabannya NGGAK--sambil ngakak, hehe :p), garam,bawang putih, ketumbar

"Orak-Arik The Hero"
Bahan dan Bumbu: Kol, Wortel, Telur, Merica, Kemiri, Bawang Merah, Garam
Kenapa the hero? karena orak-arik ini pasti hasilnya akan enak, bahan n bumbunya aja udah enak, tentu saja, kalau nggak gosong..hehe

"Pecel 5 Menit"
Bahan dan Bumbu : Bayam, Kubis, Wortel dan Bumbu Pecel (hehe what do you expect?! :p)

"The Sweet Oseng-Oseng Tempe"
Bahan dan Bumbu: Tempe, Kol, Bawang Merah, Bawang Putih, Lombok, garam, sedikit gula, kecap
Why sweet? karena aku kebanyakan ngasih kecapnya...hehe :p

"The All in One Telur Dadar"
Bahan dan Bumbu : Telur, Bawang Merah, Bayam (entah kenapa aku pengin naruh sayur dan entah kenapa bayam yang kupilih :p), garam dan sedikiiit merica

"The Fresh Sayur Bening with Tempe Garit"
Bahan dan Bumbu: Bawang Merah, Daun Salam, Bawang Merah, Bayam, Wortel, Bawang Merah Goreng

PS:
  • Semua makanan di atas adalah masakan pertama saya (makanya difoto2 dengan narsisnya, hehe), jadi pastinya kupilih karena caranya gampang banget, tapi tetep enak (dan sehat!^_^). Nah buat yang mau mencoba, silakan..., it's a cooking for dummies :-)
  • Iya, aku tau, nulis Fegetable itu harusnya Vegetable...yah, buat pas aja jadi Fast Food FEGETABLES. Gapapa yah.....! :p

Tuesday, March 9, 2010

March in Makassar

Aku masih ingat banget kalau sejak 2006 lalu selaluuu ingin pergi ke Aceh. Many personal reasons. Yap, bukan Bali, bukan lombok, bukan Ambon, tapi A.C.E.H.

Itu dulu, saat aku masih melihat banyak kesempatan untuk pergi ke sana, mulai dari ketersediaan waktuku (bisa bolos kuliah dengan enaknya), dan beberapa sahabat ada yang sedang mengerjakan program di sana, jadi mungkin banget kan buat menyelendupkan aku. Seiring pergantian tahun demi tahun, hingga 2010, hal itu belum juga terwujud, sehingga menjadikan keinginan itu semakin mengawang-awang (halah).

Nah, tanpa diduga, kemarinada yang menanyakan padaku : "Ada misi ke Aceh dan Makassar..kamu mau yang ke mana?"

Seisi dunia pasti tahu dong apa jawabanku, maka dengan jantung berdegub sangat kencang, kujawab dengan pelan:
"Saya ingin ke Aceh"

dan...
jawabanku itu membawa diriku ke....................

Makassar!

"South Sulawesi from the top"
for more pictures, click here (facebook friends only)

Jadi,walaupun belum juga ke Aceh, aku tetap meyakini bahwa harapan akan membuat hidup ini lebih bersemangat;-)

Meski kadang, hidup ini benar-benar lucu! ha..ha..ha...

Tuesday, February 23, 2010

Jakarta for Tourists (beginner level)

Beberapa kali weekend di Jakarta yang saya habiskan dengan jalan-jalan keliling kota, membuat saya memutuskan untuk menuliskan tips and tricks untuk menikmati kota ini sebagai turis! Karena seperti kata temannya teman saya, Jakarta is just sooo good, if you know how to live. well, anyway, saya bukan turis beneran di Jakarta, dan saya juga nggak bilang kalau saya sudah tahu how to live here, haha ya jadi hal terbaik yang bisa anda katakan setelah membaca tulisan ini mungkin hanya : "not bad for beginner lah!" :p
Ok, read on....

First things first
  • Buat yang nggak punya kendaraan pribadi, busway di saat weekend merupakan alat transportasi yang sangat recomended, selain murah meriah karena tidak perlu bayar lagi saat pindah-pindah jalur (Rp.3500), juga karena busway akan jauh lebih lengang kala weekend. Bahkan aku pernah menjadi satu-satunya penumpang busway pada suatu minggu siang!
"Diambil pada hari minggu jam 11 siang, di busway dari Pulogadung menuju Matraman"
  • Buat bule, semoga anda pernah terobsesi menjadi selebritis sehingga tidak keberatan untuk (sering) diajak foto bersama seperti ini:
"Well...cheeeeeers, Mister! :p "
  • Buat yang merasa ingin menghabiskan uang lebih banyak, bisa naik taksi untuk mengantar anda jalan-jalan. Setidaknya ada dua taksi yang pernah saya naiki dan alhamdulillah terbukti aman, yaitu Taksi Express warna putih, dan Taksi Blue Bird warna biru (yang warna hitam belum kuat mbayar :p)
Where to Go?

1. Kota Tua Jakarta
Setidaknya ada dua alasan mengapa kita harus ke Kota Tua dengan busway. Pertama karena jalur menuju ke sana cuma luruus aja dan biasanya sepi, jadi kita bisa duduk manis. Kedua karena jalur busway yang menuju ke sana adalah koridor satu,warna merah, sehingga perjalanan menuju ke sana pasti melewati sepanjang jalan Sudirman dimana terdapat sederet gedung-gedung megah kayak di tipi-tipi (haha ndeso ya?). tapi kata temanku yang lebih intelek, dia senang melihat gedung-gedung itu untuk mengingatkan bahwa kita ini hanyalah kecil. Ketiga karena kota tua terletak di halte kota, yang merupakan pemberhentian terakhir dari busway, jadi kita bisa tidur di bis, nggak usah khawatir kebablasan ;-) -->pemalas!
Nah ada apa aja di sana?
  • Pelataran kota tua, lengkap dengan gedung2 belanda dan meriamnya --> gratis
  • Museum Fatahillah --> Rp. 2000an (lupa)
  • Museum Wayang --> Rp. 2000an (lupa juga)
  • Kantor Pos (ini kantor pos beneran, jadi hari sabtu/minggu bisa kirim postcard/surat)
  • Sewa sepeda --> Rp. 20.000 (tapi aku nggak nyoba)
  • Museum Bank Mandiri --> Rp. 2000an (tapi gratis untuk nasabah mandiri dan mahasiswa)
"Kota Tua dilihat dari jendela tua di Museum Fatahilah (untung yang ngliat bukan orang tua :p)"

2. Taman Mini Indonesia Indah
Jika anda terobsesi keliling dunia dan belum kesampaian, maka terobsesilah dulu untuk keliling Indonesia. Tapi jika obsesi keliling Indonesia belum kesampaian juga, maka mari bersama-sama kita terobsesi keliling Taman Mini Indonesia Indah, he..he.. Tapi bener deh, dengan berputar-putar keliling TMII, bisa membuat kita serasa keliling Indonesia beneran (ya aku juga nggak tau sih gimana rasanya keliling Indonesia beneran itu). Menuju TMII juga gampang banget, tinggal naik busway jalur Matraman-Kampung Rambutan, turun di PGC, nyambung minibus merah nomor 1 atau 2, dan voilaa....TMII akan tepat berada di depan anda!
Ada apa aja di sana?
  • Masuk Arena TMII --> Rp. 7500, lengkap dengan miniatur 17.000 kepulauan Indonesia dan anjungan dari 33 provinsi, dan bonus anjungan (negara) Timor Timur :-(
  • Cable Car/ Sky Lift --> kemarin nggak nyoba, tapi dulu pas SMP/ 9 tahun yang lalu sih Rp. 7500
  • Film 3D di Keong Mas--> Rp. 35.000
  • Kereta-keretaan, istana boneka, roller coaster untuk anak-anak, bebek kayuh, bahkan sampai permen arum manis pun ada di sana! :p
"Hanya ada di TMII: Rumah Gadang Sumbar yang di depan halamnnya ada Lampu Kraton Jogja :D"

3. Naik ke Puncak Monas
Nah, ini juga harus dilakukan! Pertama karena semua orang rela mengantri berjam-jam untuk bisa naik lift ke puncak monas (jadi pastinya bagus kali ya sampai pada dibela-belain gitu? hehe), kedua karena pergi ke Jakarta tanpa naik monas seperti pergi Inggris tanpa mengunjungi Menara Eiffel (nggak nyambung emang).
Untung waktu itu aku di Monas jam 9 pagi, jadi hanya perlu waktu 15 menit dan kami sudah bisa naik lift menuju monas dan melihat betapa kecilnya rumah kos yang aku tinggali padahal juga nggak kelihatan).
Apa aja di sana?
  • Museum Nasional --> Rp. 3500 (waktu itu kamu cuma mbeli tiketnya tapi ga sempet masuk karena buru-buru sebelum antrian naik lift jadi panjang)
  • Naik ke monas --> Rp. 7500 (untuk mahasiswa jadi Rp. 3500)
  • The whole jakarta from the top!!
"Wajah Jakarta dari Monas, minggu pagi pukul 9"

4. Skydinning Plasa Semanggi
Dari semua tempat yang pernah kukunjungi di Jakarta, tempat ini menduduki ranking pertama yang jadi favoritku!! (btw aku cuma lebay, pas dulu nulis tentang taman suropati, aku juga bilang taman Suropati yang ranking pertama, hehe). Lagi-lagi, tempat ini menjadi sangat menyenangkan karena kita bisa melihat segala sesuatu dari atas, dan ketika begitu, kita akan melihat betapa kecilnya ketika kita menjalani kehidupan di bawah sana :-)
Oh ya, untuk menuju ke Skydinning ini, bisa dengan busway jalur merah, turun di Bendungan Hilir/Benhil, jalan kaki 50 meter, ambil lift yang langsung menuju ke Skydinning lantai 9 (baca: lewati aja mall di lantai-lantai bawahnya), dan jajaran tempat makan dengan beragam varian harga siap menanti anda. hati-hati dengan dompet anda, jangan lapar mata untuk membayar makannya :-)
"City of Lights, diambil dari Skydinning Plangi pada Sabtu menjelang maghrib"

5. Tanah Abang dan Mall Ambassador
Dua minggu pertama di Jakarta, kuhabiskan weekend dengan mengunjungi pusat perbelanjaan ini. Dan aku sudah memutuskan untuk menyayangi tabunganku dengan menjauhi tempat itu... (walah, padahal di sana juga nggak belanja kok..hehe)

Nah, tulisan ini akan kuakhiri dengan mendaftar beberapa tempat lain di Jakarta yang ingin kukunjungi dalam beberapa waktu ke depan, supaya terus ingat betapa luasnya dunia ini, dan betapa maha kasihnya Tuhan atas kesempatan bagi kita untuk terus menjelajahinya.

1. Pulau Seribu
2. Kebun Binatang Ragunan
3. Museum Gajah
4. Ikut acara di masjid Istiqlal (katanya masjid terbesar di Asia Tenggara, bener nggak sih?)
5. Pantai Ancol

:-)

Tuesday, February 16, 2010

Jakarta, bagus juga ya?

Minggu sore di Skydinning Plasa Semanngi, lantai 9
"This is what Jakarta offers to you : getting closer to the sky (whatever sky in your mind)"


diambil dari lantai 9, skydinning plasa semanggi, jam setengah 6 sore
"tidak macet=weekend"


Bundaran Semanggi (atau namanya apaan sih?).
kata
timur: "kadang jalanan adalah sarana menenangkan diri yang cukup efektif, karena di jalan… kita bisa melihat bahwa dunia sebenarnya masih berjalan seperti biasa…"

dan alhasil, weekend kemarin, I really felt soo recharged!
well, yes, somehow, Jakarta is just really fun!

and wherever we are, happiness is just located in the mindset :-)

Wednesday, February 10, 2010

Arti Nama Wiwien


Dalam wikipedia bahasa Indonesia, kata wiwien ga ditemukan definisinya. Tapi dalam wikipedia bahasa Inggris, kutemukan arti kata itu dengan mengganti pencarian kata wiwien menjadi vivian--kata yang dituliskan teman-teman bule ketika menulis namaku di phone book HPnya, hingga kubenarkan penulisan namaku dalam bahasa Indonesia adalah "Wiwien". Kata vivian dilafalkan sama persis dengan wiwien (karena V dalam bahasa inggris dibaca W, kan?).

Nah, dalam wikipedia bahasa inggris tersebut, vivian berarti:

Vivienne
is a common female first name derived from the Latin vivus, meaning "alive." A common alternate spelling is Vivian, which at one time was used mainly for males but is now also commonly used for females.

The spelling Vivienne has not ranked on the list of most popular names in the United States in recent years, but the spelling Vivian was the 21th most popular name for girls born in the United States in 2007. Vivienne is one name given for the Lady of the Lake in Arthurian legend.

News publications have speculated that the name will rise in popularity for baby girls due to the birth of Vivienne Marcheline Jolie-Pitt, daughter of Brad Pitt
and Angelina Jolie, on July 12, 2008.

Beberapa hal penting untuk diklarifikasi :
1. Aku suka dengan arti kata vivian yang diartikan dengan penuh energi (alive!)
2. Meskipun awalnya kata vivian populer digunakan oleh laki-laki, tetapi aku adalah seorang perempuan!
3. Aku bukan wanita danau (the Lady of the Lake)
4. Aku juga bukan anaknya Brad Pitt dan Angelina Jolie, ha..ha...

:p

Tuesday, February 9, 2010

yang setia menemani perjalanan

Hari ini aku pulang dari kantor lebih malam dari biasanya. Bukan karena aku rajin, tapi tepat ketika aku selesai merapikan meja dan tas, atasanku mengatakan kalau memesankan mie rebus untuk makan malam, bersama dengan 9 orang lain yang masih tinggal di ruanganku. Karena masih banyak orang yang tinggal (total di ruanganku hanya 16 orang), akhirnya aku dengan senang hati tinggal lebih lama di kantor, toh sesampai di rumah pasti juga mencari makan, fikirku.

Sambil menunggu pesanan, ada beberapa pekerjaan yang kurapikan, tapi lebih banyak membuka berita2 di media online dan sesekali chatting.

Di pojok ruangan, di dekat pintu, duduk seorang bapak sedang membaca kompas hari ini. wajahnya terlihat sangat tertarik membaca halaman demi halaman, yang aku yakin hampir semua telah dibacanya karena sudah hampir dua jam bapak itu membaca koran tersebut. Aku tahu dia sedang menunggu, tapi sama sekali tidak tampak raut "kemrungsung" atau kesal di wajahnya. Dia tidak pernah melihat jam, atau tidak pernah pula melihat pintu tertutup di sampingnya, yang berisi seseorang yang ditunggunya, sejak dua jam yang lalu, atau bahkan sejak bapak itu datang ke kantor ini pagi-pagi sekali hari ini.

Dan dia lakukan hal itu setiap hari, dari pagi hingga malam. Setiap kali sembari menunggu, bapak itu rajin sekali menawarkan bantuan kepada kami untuk melakukan apa saja yang bisa dia kerjakan, dari membantu memfoto kopi, menyajikan makanan, menyambungkan telepon, sampai wira wiri sana sini mengantar dan mencari-cari surat. Jika sedang dibantu bapak itu, saya seperti selalu diingatkan untuk ringan tangan, mengutamakan orang lain, dan tidak mengeluh.

Bapak itu adalah supir direktur kami, bapak supir tersebut mengantarkan pak direktur yang datang pagi hari pukul 7 sebelum seluruh staffnya datang, dan pulang malam hari minimal pukul 7, setelah semua staffnya pulang.

dan hari ini, pukul 20.00, aku masih melihat bapak supir duduk di samping pintu direktur. kali ini beliau bersandar pada dinding, tertidur.

bahkan dalam tidurnya, bapak sopir itu masih mengajarkan padaku kesetiaan hati untuk mengabdi....

Wednesday, February 3, 2010

JOKI

Di sepanjang pinggir jalan menuju gedung yang merencanakan kemajuan di seluruh Indonesia, setiap pagi berderet puluhan orang yang mengacungkan jari, berharap seseorang dari dalam mobil mewah membuka pintu dan memberinya sejumlah uang demi menyelamatkan denda membayar pelanggaran 3 in1.

Kapan ya jalan ini bersih dari praktik ini? Bukan sekadar bersih karena hilang, tapi bersih karena mereka punya tempat yang lebih layak di pagi hari, daripada di jalan ini. Tempat yang lebih layak bagi anak kecil yang rambutnya tersisir rapi sehabis mandi, bagi seorang ibu yang menggendong bayi (entah anak siapa), bagi seorang pemuda gagah yang (memaksakan diri) berdandan rapi, dan juga bagi bapak-bapak paruh baya yang mukanya sudah terlihat matang. Karena aku melihat mereka semua berdiri berjejer di pinggir jalan pagi ini (lagi). dan menurutku, mereka seharusnya berada di tempat lain yang jauh jauh lebih layak, bukan?

Tuhan..berikanlah orang-orang itu keringanan dalam menyambung kehidupan dari hari ke hari.

Atau Tuhan....berikanlah kekuatan yang lebih bagi orang2 di dalam gedung sana untuk memberikan pagi hari yang indah bagi setiap orang di negeri ini.

dan semoga, waktu tidak pernah membuatku lupa bahwa aku pernah membuat tulisan ini menjelang pagi hari, saat aku akan melihat mereka berjejer lagi.

(Amin).

Friday, January 29, 2010

Ashgabat dan Gurbanguly Berdimuhamedow

Pelajaran penting hari ini : ternyata negara Turkmenistan itu terletak di EROPA TENGAH, bukan di Afrika. Jangan sampai hal ini keliru di depan atasan mu apalagi ketika atasanmu sudah tahu kalau kamu anak HI ;-) ;-)

don't ask me why i wrote about this in my blog!

(ps: Ashgabat adalah ibukota Turkmenistan, dan Gurbanguly Berdimuhamedow adalah presidennya)

Wednesday, January 27, 2010

Sarapan Sehat


Dua hari terakhir ini aku sedang sangat tertarik membahas mengenai sarapan sehat. Baik dengan teman kos, teman sekantor, atau search di website...

ada beberapa hal yang kutemukan:

#Menu sarapan nomor 1 :nasi goreng ceplok telur
Biasanya ketika membayangkan sarapan, menu yang tergambar adalah sejenis bubur ayam, nasi uduk,lontong sayur dan nasi goreng ceplok telur (informasi penting: aku bukan bule, jadi ga mbayangin sarapan roti). Nah, menu sarapan nomer satu ini saat ini memiliki kelemahan bagiku karena sebagai anak kos yang belum punya peralatan masak (dan jangan tanya apakah aku udah bisa memasaknya kalaupun punya), aku jadi ga bisa makan itu. Kedua, menu sarapan berat seperti nasi goreng ternyata mengandung 800 kalori atau setara dengan separuh kebutuhan kalori dalam sehari (untuk info lebih lanjut klik di link dari depkes RI di sini). Nah, jadi jika yang berencana akan ikut rapat sehari semalam dimana ada coffee break, makan siang, snack sore dan ditutup makan malam (lengkap dengan dessert dan tetek bengeknya), lupakan menu sarapan nomor satu ini.

#Menu sarapan nomor 2 : Buah apel dan pisang
aku pernah mencoba selama beberapa hari. sarapan buah apel sebanyak 1-2 biji, kadang-kadang ditambah pisang dan air putih. Efeknya tubuh menjadi terasa (atau tersugesti?) sehat dan tidak mengantuk. Tetapi pada hari terakhir menjelang 7 biji apel ku habis,kebetulan juga waktu itu sering berada di ruang ber-AC dan pernah kehujanan, aku jatuh sakit. mungkin karena daya tahan tubuhku ga kuat. jadi menu sarapan nomor 2, kl dilakukan tiap hari, nggak recomended. (hmm..wlpn bisa jadi sih waktu itu aku sakit karena virus kangen..he..he..)

#Menu sarapan nomor 3: Mie instan
aku mencoba sekali, dan rasanya mulutku penuh aroma instan/plastik yang gak enak selama beebrapa jam setelah memakannya. apalagi mie ini hanya tahan mengganjal perut sampai jam 9an. Belum lagi, mie instan adalah makanan yang katanya sulit dicerna. temenku (yang terserah mau di quote apa enggak) pernah bilang kalau mie instan itu baru bisa dicerna tubuh selama 2 minggu. berbeda dengan buah-buahan yg hanya perlu 1 hari untuk dicerna lambung, jadi biasanya hari berikutnya udah keluar menjadi feses kan? nah, waktu itu aku sarapn mie instan hanya karena mau ta tulis di blog! professional sekali kan aku?? (bohong)

#Menu sarapn nomor 4: Oatmeal
Nahhhhhh....hari ini mataku berbinar2 ketika melihat keunggulan makanan outmeal yang terbuat dari serat gandum utuh ini. Katanya sehaaatt banget, bisa mengikat kolesterol (sehingga bagus buat jantung), rendah gula, dan kaya serat sehingga bagus banget buat pencernaan. Kalorinya pun pass bgt untuk sarapan, sehingga menjaga nafsu makan ketika makan siang dan malam. Oatmeal ini juga mulai populer di indonesia (awalnya adalah makana khas irlandia apa skotalndia gtu--apadia atau siapadia gtu ya lupa). Mungkin bentuk yang paling praktis adalah bentuk oatmeal instan, tinggal dikasih air panas dan ditambahi pisang/ strawbery sesuai selera (padahal nyari strawbery yg beneran di sini di mana ya?). Bentuk instan dari oatmeal ini masih tetap sehat kok jadi aman kayaknya.

Nah...jadi, menu nomor 4 inilah yang akhirnya keluar sebagai pemenang menu sarapan tersehat dalam pencarianku hari ini...Kelemahannyaaa:
1.Gambar di atas bukan gambar oatmeal, aku upload di sini karena merupakan satu-satunya gambar makanan yang pernah kufoto sendiri (karena bentuknya OKE, dibela2in foto dulu sebelum ambil :p )
2. Katanya oatmeal ini berasa hambar kalau ga pintar padu padan
3. kelemahan ketiga dari oatmeal : Aku blum pernah mencobaaaaaaaaaa......!!!!!

Ouh..baiklah, setidaknya aku tau apa yang akan kulakukan sehabis nge-blog ini.
Sebungkus oatmeal instan sudah menungguku di convenient store di samping kos-an!

Ps:
trust me if you can,
but if you can't, more info on Oatmeal can be found here ;-)

Monday, January 25, 2010

Jakarta in Two Weeks!

Ouh....have been ages I want to write this title!!

Pada dasarnya, aku bisa bilang: I'm totally move to Jakarta! Secara fisik, barang2ku sudah mulai berpindah dari rumahku yang mewah (mepet sawah) di jogja, ke kamarku yang baru di daerah berlambang tunas kelapa (well, easy to guess, right?). Secara psikis dan fikiran, aku bukan orang yang senang mengharu birukan keadaan dengan mengatakan hatiku masih tertinggal di jogja, atau di tempat2 menarik yang pernah kukunjungi. wherever you go, go with all your heart, haha indah bukan? :p

nah, jakarta selama dua hari, sedikit banyak hanyalah seperti yang dipesankan teman2 sebelum aku berangkat ke jakarta ini....

hari pertama di Jakarta, dan merasakan naik ojek dengan tukang ojek yang mungkin terbiasa dengan didikan pemaksaan. dari nyuruh naiknya maksa ("kalo naek taksi kagak ada yg mau karena cuma deket, udah ojek aja sini!!"), sampai nyuruh mbayarnya maksa dilebihin dari yang udah dijanjiin ("ternyata jauh,jadi orang jangan pelit2 amat,kasih lebih 5 ribu aja.nanti kalo nggak ngasih, rejekinya seret!!"), dan beragam kata-kata intimidatif lainnya yang ga usah kulanjutkan di sini. Aku nggak keberatan ngasih lebih untuk orang yang memang pantas menerimanya. Tapi buatku, segalanya kalau ada unsur kekerasan (pemaksaan, kata-kata intimidatif, dan segala bentuk sikap negatif), menjadi tidak bernilai walau itu awalnya seberharga berlian (:p).

Waktu itu aku nggak marah. aku merasa sesak menyadari bahwa ada orang yang tumbuh dengan sikap dan mental seperti itu, dan terus menerus. (oke, jika boleh, kuanggap itu sebagai PR pertama buat, pembangunan manusia). Walaupun aku yakin tidak didengarkan, sebelum si bapak tukang ojek pergi, aku hanya berkata pelan: "Bapak, besok lagi jangan suka maksa-maksa orang ya". Aku nggak berharap dia mbales perkataanku karena dia langsung ngeloyor pergi dg motornya, hingga sayup kudengar teriakannya: "IYE!!", sambil berlalu.

Hari-hari berikutnya, aku sudah mulai diklat sebelum secara resmi mulai bekerja. Saat2 itu, aku nggak merasa tinggal di jakarta. Karena menurutku, suasana akademis dalam kelas selalu sama saja di manapun itu, baik itu tipe mahasiswanya, ataupun dosennya. dan somehow, inilah yang selalu kurindukan dari suasana akademis.ada kedamaian di sana :-)

Weekend, jika anda merasa belum siap menjadi orang jakarta, maka jangan pergi ke Ambassador atau Tanah Abang untuk belanja. Karena, kita bisa kaget setengah mati melihat gaya belanja APIJAHBWGTBAE----aku-pengin-itu-jadi-aku-harus-beli-walaupun-gak-tau-butuh-apa-enggak!!!. atau jika gak kaget, kita akan sangat mudah terbawa suasana untuk belanja sebanyak2nya pula :P

Nah, makanya pergi sajalah sabtu pagi untuk jogging. tempat terbaik yang bisa kurekomendasikan di seluruh Jakarta ini adalah TAMAN SUROPATI!! Pertama karena jogging track nya dipageri dengan pohon-pohon yang sangat tua dan buesaaarrr, kedua karena itu tempat pertama dan satu-satunya yang aku tahu bisa untuk jogging!! (haha, what do u expect from people who just lived in jakarta for weeks??).


Jogging di taman suropati, membuatku sedikit terlupa kalau ini adalah Jakarta. Banyak bapak ibu membawa bayinya dengan kereta bayi dan diarak keliling taman (well, didorong maksudnya), banyak orangtua berjalan pelan2 di batu refleksi, atau yang masih muda ya jogging dengan i-pod di kuping, ada yg ngasih makan burung dara yang terbang bebas di taman itu, bahkan ada pula anak kecil yang latihan sepeda lengkap dengan helm, bantalan dengkul dan siku..padahal sepedanya udah roda tiga!! di tengah aku mengamati ini, tiba-tiba terdengar bunyi sirine disertai iring2an dua motor gede polisi, disusul satu mobil jip, satu mobil hitam yang agak gede, satu mobil lain dan dua mobil di tengah-tengah iring2an itu dengan plat mobil yang keduanya sama: RI 2. Rupanya, mobil itu tinggal di sebuah bangunan di samping taman surapati. hmm......berarti taman ini memang di jakarta.

Itulah Jakarta selama beberapa minggu pertama. Sisanya adalah : kedinginan di ruang ber-AC depan taman surapati, kepanasan di kosan, makan di warteg, nonton, dan berwisata di kota tua Jakarta!

Yang ingin kulakukan minggu ini adalah:
1. Memberanikan diri naik angkot ke arah Senen yang melewati pinggiran sungai besar ber-air hitam , dan mengambil gambar kehidupan di sepanjang sana.
2. Memastikan itu angkot beneran bertujuan ke Senen
3. Mencari tahu nama sungai di atas, he..he...

"refleksi kaki di taman surapati"

Friday, January 22, 2010

Es Krim VS Teh Hangat

Bismillah.

Aku ingin mulai menulis ini lagi dengan sesuatu yang baik, walaupun aku harus mengakui ada beberapa hal yang tidak baik (menurutku) sedang terjadi.

Biasanya yah, hal-hal yang tidak baik itu adalah sesuatu yang tidak sesuai keinginan kita.
Misalnya nih, kita pengin es krim, dan liat temen2 lagi pada makan es krim juga...eh ternyata pas kita mau beli es krim, tiba2 hujan deress bgt dan cuaca jadi dingin, jadi es krim gak sesuai lagi sama kita. Nah pada saat itu kita gak sadar kalau sebenarnya secangkir teh hangat dengan krimer adalah sesuatu yang sangat pas dengan kita. Padahal teh krimer hangat itu sudah dibuatkan di depan kita, tapi teteeep mata kita membayangkan es krim yang telah kita rencanakan, sambil tetep melihat orang-orang yang sedang menghabiskan es krim nya.

walaupun aku bisa menutup cerita itu dengan satu kata: "That's life", tp mari kita seolah-olah menjadi akademisi yg bersikap selalu mencari dasar dari perilaku yang seperti itu:

1. Kita kurang bersyukur sehingga tidak pandai menerima segala hal yang sudah diberikan pada kita.

2. Kita kurang cerdas karena tidak pandai melihat hal/perspektif lain dari suatu kejadian.

3. Kita terlalu ndeso karena jarang makan es krim. ha..ha..ha.


PS: blog ini ditulis sambil minum secangkir teh hangat dengan krimer ;-P

Monday, December 7, 2009

Bappenas

I'm coming your way..........

I LOVE YOU

Tuesday, December 1, 2009

Adikku Homy

Adikku terkecil namanya Agung umur 11 tahun, tapi dia kupanggil Homy sejak umur 7 tahun gara-gara sendal merk HomyPed miliknya. Waktu itu dia lihat sandal HomyPed yang dipakai sepupuku seumuran dia juga, trus sejak itu dia pengin banget sendal itu, model itu, dan warna itu (pokoknya kayak anak kecil banget deh!). dan setelah dia dapet itu sendal, bahkan ke sekolah pun merajuk pakai itu (waktu itu cuma disambut TATAPAN ibuku yang juga seorang guru sambil terpaku di depan pintu :p). dia batal pakai sendal itu ke sekolah.

Anyway, lepas dari kenyataan bahwa adikku adalah anak bungsu yang punya potensi lebih besar untuk manja, Homy adalah anak yang cerdas. Dia termasuk anak yang memiliki visi yang jelas untuk anak semumuran dia (halah bahasaku). Sejak umur 5 tahun, dia senang terhadap pengetahuan tentang science dan (entah kenapa) tertarik pada dinosaurus. Dia tahu segala nama dinosaurus, dimana mereka ditemukan, apa makanannya, siapa musuh masing2 dinosaurus itu, bahkan sampai semua film tentang dinosaurus.

Suatu malam, jam 1 pagi saat aku sedang nonton film di ruang tengah di samping kamarnya, dia tiba-tiba menangis. kufikir dia cuma lagi mimpi, jadi aku ketuk2 aja pintu kamarnya yg ternyata dikunci. aku minta dia buat bangun (biar ga kebawa mimpi nangis). ternyata dia bilang kalau dia ga bisa tidur dari tadi, trus nangis deh (haha dasar anak bungsu!). trus dia membukakan pintu, dan aku masuk. aku tanya apa dia mau kubacain cerita, biasanya itu senjata kl dia ga bisa tidur. dan dia mau.

Awalnya, aku cerita tentang ikan-laron-semut. Ceitanya tentang seekor semut yang nggak mau jadi semut karena dia harus bekerja sepanjang hari, trus dia berkelana dan ketemu ikan yang gak pernah kerja dan cuma berenang2 aja sepanjang hari. si semut pengin jadi ikan. Belakangan, semut baru tau kalau ikan itu cuma bisa di dalam kolam aja, jadinya bikin bosan. trus semut ketemu laron dan rasanya senang jadi laron karena terbang bebas tak terbatas dan nggak kerja. semut pengin jadi laron. belakangan, semut baru tahu kalau laron itu cuma hidup semalam. akhirnya semut pulang dan tetap senang menjadi semut walaupun dia harus bekerja sepanjang waktu.

(cerita itu baru kubuat malem itu dengan terinspirasi dari lagunya Fatih, liriknya lihat di sini). dengan sedikit puas karena bisa ngarang cerita dadakan, aku bertanya ke Homy :
"Tuh Hom..kamu harus bersyukur walaupun jadi apapun..menurutmu pelajaran apa yang didapat dari cerita itu?",
dan sambil matanya tetep merem dia bilang : "Aku mau jadi semut Raja aja, bukan semut pekerja. jadi tetep nggak kerja..haha"

(ahh.... emang semut ada ya semut raja-rajaan segala?!)

Oke, akhirnya aku bebesar hati untuk menawari dia cerita yang lain karena dia belum ngantuk juga. dan entah kenapa waktu itu aku memilih topik GLOBAL WARMING, yang aku nggak pernah habis sesal kenapa milih itu. pertama karena bikin dia tambah gak ngantuk, kedua karena aku kalah dan salah telak lagi. haha.

Jadi waktu itu aku cerita kalau dunia ini sekarang sedang mengalami global warming karena efek rumah kaca (dia tertarik banget minta aku njelasin efek rumah kaca panjang lebar). trus aku bilang kalau akibat Global Warming itu, gletser di kutub akan mencair (dan dia langsung memotong kalau pencairan gletser itu membuat permukaan laut naik dan bisa menegggelamkan pulau). dan selanjutnya aku bilang kalau efek lainnya adalah suhu bumi makin meningkat. dan aku bilang :
"Nih Hom..makanya sekarang Jogja itu panas banget kalau siang hari,jauh lebih panas dari sebelum2nya.."
dan dia hanya njawab:
"Mbak..tapi tuh Jogja sekarang panas karena matahari berada tepat di atas pulau jawa selama bulan Oktober-Desember.."

*Aaargghh..mendadak aku menyesal udah mengetuk pintu dan menawarinya untuk membacakan cerita sebelum tidur*

Hehe, but you're always be my boy, my smart boy Homy! :D

Gara-Gara Pohon Laki-Laki


Terlepas dari dah lama banget aku nggak nge-blog, Jogja sekarang setiap hari hujan (ga nyambung kan? :p). Biasanya, pagi hari sangat cerah, siangnya puncak panas, sorenya mendung dan malamnya hujan. kadang-kadang sore juga udah langsung dibarengi hujan sampai malam.

Aku baru sadar ada sedikit "pola hujan" itu akhir-akhir ini, ketika seorang teman yang mengalami empat musim bertanya: memang kamu nggak bosan ya tinggal di tempat yang cuma punya dua musim sepanjang tahun? Haha, ya secara belum pernah ngalamin empat musim, waktu itu aku cuma jawab : wah nanti coba saya rasakan selama setahun itu, bosan apa enggak. Nah, ternyata sekarang aku punya jawabannya, ternyata walaupun cuma dua musim, tapi dalam sehari tetap ga monoton (misal 6 bulan panas, 6 bulan hujan).

Di samping itu, ada pola yang lain juga.

Aku ingat 3 bulanan yang lalu,saat puncaknya musim kemarau, adalah musim kelengkeng. karena sedang musim, kelengkeng yang sebelumnya dijual 20ribu sampai 30ribu per kilo, waktu itu bisa sampai harga 10ribu, bahkan 9 ribu dan kalau kita sok akrab dengan penjualnya, bisa dapat 20ribu untuk tiga kilo! (haha jadi sekilonya berapa ya itu? pusing :D)

saat musim kemarau hampir habis, dan musim kelengkeng belum berhenti benar , sudah disusul lagi dengan musim jambu biji merah. temenku bilang itu jambu lokal, cuma ada di Indonesia (atau setidaknya asia tenggara kali ya). soalnya dia bilang, jambu biji di luar negeri itu warnanya putih. (haha..tadinya kupikir jambu biji merah itu karena udah matang, jadi kalau belum matang warnanya putih... :P)

Saat musim kelengkeng dan jambu biji berakhir,dan musim hujan mulai menunjukkan tanda-tanda kedatangannya, sepanjang jalan (godean) sudah dipenuhi dengan penjual mangga dadakan. woaow!! hargany pun nggak tanggung-tanggung, pas musim begini, bisa sampai 2500 per kilo! dan itu tetap manis. satu kilo bisa dapat 3, bahkan 4-5 untuk mangga manalagi (yang kecil2 itu lo). dan cara memilihnya pun gampang, tinggal cari mangga yang agak kekuningan di pangkal mangga, dan berbau harum (jadi diendusin pake hidung gtu deh). Bagusnya lagi, mangga itu punya serat yang paling tinggi diantara kawan2 buahnya yg lain, bahkan lebih tinggi dari jeruk (walaupun aku ga yakin juga jeruk dan mangga itu berkawan, hehe).

Nah, sekarang saat musim hujan sudah rutin berkunjung, mangga mulai berhenti berbuah. dan bisa menebak kan buah apa yang akan muncul sebentar lagi?

Pastinya adalah rambutan!!!

aku ingat betul tahun lalu di musim yang sama, rambutan bisa seharga 1000 per kilo!

Tak terasa...dua puluh tahun aku tinggal di tanah ini (well, ya 22 tahun deh), baru sekarang aku menyadari betapa uniknya negeri ini, musim ini, dan buah-buah ini.....

Ps:
  1. Foto di atas adalah adikku yang sedang menyiram pohon jambu dan rambutan, setiap pagi dan sore di musim kemarau.
  2. posting ini sekaligus untuk mengenang "in memoriam of" pohon durian, nangka, dan mangga ku di depan rumah, yang tiga tahun lalu ditebang karena tidak berbuah dan dinyatakan sebagai pohon laki-laki. walaupun kalian telah tiada dan keberadaan kalian sekarang sudah digantikan oleh pohon rambutan, jambu, pepaya, dan pisang yang selalu berbuah setiap musimnya (oh bahkan, pepaya dan pisang berbuah sepanjang tahun). Namun demikian, jasa-jasa almarhum pohon laki-laki durian, nangka,dan mangga telah membuatku selalu menyadari betapa berharganya tanah yang kupijak ini.

*hiks..kok jadi sedih gini ya..*

Tuesday, October 27, 2009

Kenalilah Piringmu Saat Makan Bersama


Kemarin aku ada syukuran makan2 bersama beberapa dosen dan teman kuliah.
Kebetulan waktu itu banyak makanan yang kami pesan sehingga MASING-MASING di depan kami ada piring utama, garpu sendok pribadi, gelas minum, dessert, mangkuk sup, sendok sup, panci sup (lengkap dengan api parafinnya yang kami coba matikan saat sup udah habis tapi ga pernah berhasil karena gak tau caranya), dan tentu saja ada berpiring-piring alat hidang tempat lauk lengkap dengan garpu dan sendok hidangnya--nah bingung kan banyak banget.. (apa aku nyeritainnya aja ya yg mbingungin, hehe).

Nah waktu itu aku makan hidangan pertama dengan mangkuk sup kecilku.menu (pertama) yang kumakan adalah soto ayam karena berada tepat di depanku. Selesai memakan, teman2 yang lain sudah pada bersama2 mulai makan hidangan utama, termasuk dosenku yang duduk di kursi di sebelahku. Karena kufikir aku males ikut2an rame2 ambil makan, jadi aku ambil makanan pembuka lagi karena tentu saja sudah tidak banyak dilirik orang: sup buntut.

dan tepat selesai aku menuangkan sup buntut ke dalam mangkuk sup kecil yang (kufikir) milikku, pak dosenku berkata:
"Mangkuk sup saya di mana ya?"
dan saat itu dengan tiba-tiba kulihat mangkuk sup kosong sisa soto persis di samping piring makanku--dan mendadak aku yakin itu mangkuk sup ku yang sebenarnya.
dan dengan (berlagak)tenang kukatakan pada beliau:
"ini Pak, mangkuk sup bapak, memang saya ambilkan sup buntut lagi....."

bapak itu tertawa mengerti. dan dengan diiringi orang-orang di sebelah kami yang ternyata ikut cengar- cengir, aku mengambil soto dengan mangkuk sup ku yang sebenarnya.

untunglah waktu itu celetukan yang kudengar adalah "wah pinter tenan nge-les nya.."
(padahal dalam hati aku tak berhenti-hentinya bergumam "berani-beraninya.....")

ps: foto di atas adalah foto makan2ku yang lain, pas kejadian ini malah gak sempat ambil fotonya (ya iyalah!)

Thursday, October 22, 2009

Salam dari Metrojaya!

Mungkin aku akan menceritakan beberapa hal yang terjadi akhir-akhir ini dalam poin-poin saja.


I. Perencana VS Jalani Aja


Akhir-akhir ini aku banyak bertemu dan lumayan bercakap dengan beberapa orang baru yang senasib untuk menjemput masa depan (haha, ya, baca: melamar pekerjaan). dari situ, setidaknya aku akan menggolongkan ada dua golongan pencari kerja : 1. tipe orang perencana, 2. tipe orang jalani aja. waktu itu aku sedang mengikuti seleksi di sebuah Tempat-Dimana-Orang2-Bertanya-Apakah-Aku-Yakin-Akan-Berkarir-Di-Sana, singkatnya sebut saja nama tempat itu TDOBAAYABDS (kok dilafalkan kayak tobyat yo? hehe). dan inilah pertanyaan standarnya: "yakin win?" , dan kujawab dengan lebih standar : "ya kan masih apply, coba-coba aja..". Orang yang sudah mengenalku pasti akan langsung tahu kalau itu bukan jawaban yang sebenarnya. Aku harus mengakui bahwa diriku adalah tipe perencana. Lamaa sekali bagiku untuk berkontemplasi menjawab pertanyaan-pertanyaan “yakin win?”itu. dan justru pada tes wawancara, dan pertanyaan itu muncul dari pewawancara, inilah jawabanku…jawaban yang sebelumnya tak kunjung kutemukan:

“Insya Allah, karena saya ingin mengabdikan diri secara maksimal melalui bidang yang saya senangi dan pelajari”. Dan aku masih percaya dengan keyakinanku bahwa bekerja, berkarir, adalah sebuah pengabdian dan aktualisasi diri. Aku harus mengatakan bahwa : it has nothing to do with money. Aku hanya ingin berkarya dan mengabdi. Dan pada akhirnya, bekerja karena pengabdian akan mendapatkan bayaran yang lebih kekal, bagi orang-orang yang percaya.


II. Pelajaran penting: 4 x 33 = 132, bukan 120


Waktu itu aku sedang berdiskusi dengan orang berwibawa dan dia sedang menilai pula kewibawaanu (yaelah). Diskusi kami:

Orang yang berwibawa: “Kamu tau kah jumlah anggota DPD?”

Aku: “kurang yakin pastinya…tapi tiap provinsi itu ngirim 4 dan ada 33 provinsi..”

(aku mengakhiri jawabanku kyk gitu karena kufikir ya semua orang pasti udah tau lah hasil perkaliannya, dan tak kusangka orang tsb kembali bertanya..)

Orang yang berwibawa: “jadi jumlahnya berapa?”

Aku: (ya gampanglah batinku…) “ya sekitar 120an Pak”—jawabku sekenanya,dg nada2 anak social yang tidak telaten berhitung (well, dasar akunya aja ding).

Orang yang berwibawa: “hmm…jadi…4 dikali 33 itu sama dengan 132 ya….” (dengan senyum penuh kemenangan).


Dan aku hanya bisa berkata sangat manis dalam hati : yaa…maksudku juga begitu—walaupun sebenarnya masih heran juga karena menganggap kalau 120 dan 132 itu GAK BEDA JAUH!


III. Menyesal


Aku baru aja bikin kesalahan besar. Aku membatalkan janji dengan orang yang meyakini aku akan memenuhi janji itu. Sebenarnya janji itu batal karena ada kecelakaan yang tak terduga, tapi tetep aja, aku yang berkontribusi utama atas batalnya janji itu. Dan dia tidak marah. Dia tidak menyalahkan aku. Rasanya aku sekejap pengin hadir di hadapannya, supaya dia melihat wajahku yang menyesal telah mengacaukan semuanya. Dulu dia pernah bertanya padaku mengapa aku mempercayainya, dan aku tidak mau menjawab waktu itu. Sekarang, aku harus menjawab bahwa, salah satunya adalah, karena “dia menawarkan kedamaian yang selalu kurindukan”.




salam hangat dari metrojaya,

-wien-


ps: aku baru tahu kalau metrojaya itu kepanjangan dari Metropolitan Jakarta Raya..^^

Monday, October 12, 2009

Meyakini Jalan Kehidupan


Beberapa hari terakhir ini, aku berulangkali diberitahu adanya kecurangan di beberapa tempat yang tidak kuduga sehingga merugikan pihak-pihak yang tidak diajak berbuat curang.

Awalnya aku menganggap bahwa kecurangan tidaklah mungkin terjadi di tempat-tempat seperti itu. Toh teman-teman yang memberi tahuku itu juga tidak melihat dengan mata kepala sendiri, dan tidak mengalaminya sendiri. Mereka hanya : "katanya...", "biasanya...", "ya jelas lah gak perlu bukti lagi...". Tapi hati nuraniku berkata, aku harus jadi orang yang akademik, yang menentukan iya atau tidak karena bukti yang nyata (kata dosenku, bukan hanya asumsi, tp lengkap ditulis footnote nya, hehe).

Jadi, singkat cerita, aku tidak percaya semua itu di atas. Aku hanya mau meyakini bahwa setiap manusia pada dasarnya akan menjalani kehidupan berdasarkan apa yang dikatakan hati nurani. Dan pada akhirnya, kejujuran lah yang mampu memberi ketenangan yang kekal.

Haha, aku terlalu idealis ya?
Maafkan aku.

Tapi aku yakin, aku nggak sendirian. Aku percaya masih banyak orang di negeri ini yang memiliki harapan akan kejujuran sebagai dasar dalam segala kehidupan.

Dan aku akan bersama-sama mereka. Yang percaya bahwa episentrum kehidupan adalah konsistensi. Yakni, mereka yang secara konsisten meyakini bahwa kehidupan adalah pengabdian yang terus menerus. Oleh karenanya, kita harus memberikan yang terbaik, tanpa noda kecurangan sedikit pun. Ingatkah kau akan pepatah bahwa siapa yang menanam, dia akan mengetam?

Friday, October 2, 2009

Senja Utama

Malam itu, aku pulang ke Jogja dengan kereta Senja Utama dari Jakarta. Ketika tiba di Stasiun Senen, seorang temanku langsung bilang :"Bandingkan dengan keadaan di Stasiun Gambir, beda kan...?". Lepas dari perbedaan fisik seperti kebersihan dan keteraturan, hal pertama yang langsung kurasakan adalah tingginya tekanan hidup yang dialami orang-orang di sana.

Well, apa yang kemudian terjadi emang merefleksikan pikiranku. Beberapa meter dari situ, kami melihat seorang bapak, mungkin sekitar 35 tahunan, ia membuang berlembar2 uang seratus ribu dan lima puluh ribu ke arah badan seorang perempuan yang menggendong anak kecil. mungkin istrinya. entah apa yang mereka teriak-teriakkan. tetapi orang-orang di sekitar situ hanya melirik, tanpa ada yang mendekat dan melerai (termasuk aku). ho ya, what do I expect?! ada orang datang dan "ngaruhke" apa yang terjadi? (emang Lu pikir ini Godean!)

Di dalam kereta, aku memang sudah berniat untuk TIDUR! selain karena kurang tidur beberapa hari sebelumnya, juga karena sudah ada janji jam 7 pagi di Jogja.

Meski begitu, tidurku "terganggu" banyak hal,yang mungkin sebenarnya juga "mengganggu" banyak orang di kereta senja itu. Malam itu, aku malu pada peminta-minta dan pedagang kaki lima di sepanjang malam di kereta senja itu.

Awalnya kupikir, aku akan sangat terganggu dengan kehadiran mereka. Hingga berlagak seperti anak manja, aku berkali-kali menolak naik kereta senja karena takut. Tapi ketika pertama kali naik, aku SANGAT SALUT dengan kegigihan mereka menawarkan barang dagangannya, meladeni orang yang menawar barang dengan tetap lembut dan tidak ada nada emosi, serta kesungguhan hatinya mencari rejeki hingga larut sekali. di setiap stasiun yang kereta senja berhenti, pasti ada pedagang yang masuk, jam berapapun itu, dari jam 9 malem, 11, bahkan jam 1 dan jam 3 malem! dan kau tahu? mereka menjajakan dengan nada yang sama, tetap keras, tetap semangat, dan sungguh seolah memperlakukan bahwa kami--para penumpang kereta yang sering ngumpat2 mereka---adalah raja.....

Aku tak mau mengatakan bahwa mereka hanya bekerja untuk uang dan karena tuntutan ekonomi. motivasi itu pasti sangat picik dan terlalu kurang untuk menghadapi kerasnya berjuang mencari rejeki di kereta senja.

aku melihat bahwa ada semangat lain dalam mereka bekerja. awalanya aku mengira orang-orang seperti itu hanyalah orang yang pasrah, yang "yah mau gimana lagi", dan orang-orang yang tidak punya pilihan. tetapi semakin sering aku mengamati mereka, aku belajar banyak bahwa mungkin orang-orang seperti itu yang dinamakan "narimo ing pandum", yang menganggap pekerjaannya adalah ibadah, yang bersyukur atas kehidupan yang dimilikinya.

Mereka selalu senang melayani kami, senang ketika kami melirik ke arah dagangannya, dan langsung tersenyum ramah bahkan ketika kita baru menanyakan "apa itu?".

Setiba di Stastiun Tugu, aku dijemput ayah yang ternyata sudah menunggu satu jam. di jalan pulang kami berpapasan dengan tetangga kami yang bekerja sebagai polisi. Padahal waktu itu baru pukul 6 pagi. Ayahku kemudian bercerita kalau tetanggaku itu, sebagai polisi, sangat rajin dan disiplin. Kalau dia dapat jadwal jam 7 pagi, dia pasti sudah sampai kantor setengah jam sebelum jam7, walaupun katanya dia bisa saja datang jam 7 dari rumah dan tiba telat-telat sedikti. "Kenapa?" tanyaku. dan ayahku menajwab, "ya katanya itu bagian dari dia mensyukuri pekerjaannya".


ah aku malu seberapa kesyukuran yang sudah kulakukan dengan hidupku, dengan pekerjaanku.

Kereta senja, semoga keteduhan dan kelapangan jiwa selalu memberi cahaya bagi orang-orang yang berjuang di dalamnya.
 
Copyright 2010 Wien Wien Solution. Powered by Blogger
Blogger Templates created by DeluxeTemplates.net
Wordpress by Wpthemescreator
Blogger Showcase